Sejarah Pramuka Smandu

SMANDUSCOUT :

Pendirian dan Perkembangan Gudep 15273-15274 SMA Negeri 2 Medan

(dikompilasi oleh : Kak Yuli)

 

Gudep Medan 15273-15274 adalah Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di SMA Negeri 2 Medan. Gudep ini adalah Gugusdepan di Medan yang pertama kali didirikan dengan basis sekolah menengah atas. Sebagaimana tercatat dalam Buku Induk Gugusdepan di Kwartir Cabang Medan, Gudep ini dilantik pada tanggal 23 April 1978. Oleh karena basisnya adalah SMA, maka fokus pembinaan Gudep sejak berdiri hingga sekarang hanya pada Golongan Penegak atau selama peserta didik (pesdik) masih berstatus sebagai siswa SMA.

 

Dalam perjalanannya, Gudep mengalami beberapa fase :

  1. Tahun 1978 – 1987 : Masa awal berdirinya Gudep, kegiatan pramuka di sekolah belum begitu populer. Sedikit alumni yang tercatat pada fase ini.
  2. Tahun 1987 – 1996 : Masa kejayaan dan bangkitnya pramuka SMA Negeri 2 Medan, dapat diukur dengan banyaknya anggota, sarat prestasi dan aktif baik di dalam maupun di luar gudep. Beberapa event nasional/internasional yang pernah diikuti antara lain :
    • Perkemahan Wirakarya Nasional tahun 1991 di Probolinggo, Jawa Tengah.
    • Raimuna Nasional VI tahun 1992 di Cibubur, Jakarta.
    • The 1st World COMDECA tahun 1993 di Lebakharjo, Malang, Jawa Timur.
    • Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara tahun 1994 di Sibolangit, Sumatera Utara.
  3. Tahun 1996 – 2008 : Masa vakum pramuka SMA Negeri 2 Medan diawali akibat terjadinya konflik dalam hubungan MABIGUS-PEMBINA-SEKOLAH, hingga semakin parah akibat reformasi sosial politik nasional 1998 yang secara drastis mengubah minat dan kepedulian kaum muda terhadap aktifitas kepramukaan yang dianggap penuh doktrin dan tidak sesuai perkembangan zaman. Ada beberapa siswa yang masih menyatakan diri sebagai anggota Pramuka, namun tidak ada pengorganisasian yang jelas dari sekolah.
  4. Tahun 2008 – 2010 : Beberapa siswa mulai mempertanyakan kembali keberadaan pramuka di SMA Negeri 2 Medan dan secara mandiri memulai kembali aktifitas kepramukaan di SMA Negeri 2 Medan. Hal ini didukung pula oleh Kepala Sekolah hingga Pramuka kembali diakui sebagai salah satu organisasi ekstrakurikuler di lingkungan SMA Negeri 2 Medan. Banyak pembenahan yang harus dilakukan untuk membangun kembali sisa-sisa kejayaan Gudep. Pada fase ini, Gudep kembali dikukuhkan/dilantik untuk yang ke-2 kalinya (yakni pada tanggal 26 Maret 2011) sebagai Gudep resmi di lingkungan Kwarcab Medan.
  5. Tahun 2010 – sekarang : Masa kebangkitan kembali pramuka SMA Negeri 2 Medan dengan berbagai strategi pembenahan yang dilakukan Pembina. Kini Gudep 15273-15274 kembali berkiprah dalam berbagai kegiatan kepramukaan. Tercatat beberapa kegiatan di luar Gudep yang diikuti :
    • One Land Scout Jamboree tahun 2010 di Kelantan, Malaysia.
    • 12th Malaysian Jamboree and Terengganu International Scout Jamboree tahun 2011 di Kuala Terengganu, Malaysia.
    • Kemah Pemuda se-Kota Medan tahun 2011 di Medan.
    • Raimuna Ranting Medan Polonia tahun 2011 di Medan.
    • Raimuna Cabang Medan tahun 2012 di Medan.
    • Raimuna Daerah tahun 2012 di Sibolangit, Sumatera Utara.
    • Perkemahan Pramuka Putri Tingkat Nasional Tahun 2012 di Sungai Gelam, Jambi.

Kepedulian sekolah terhadap pramuka juga berbeda-beda setiap tahunnya. Ada Kepala Sekolah yang peduli tapi banyak pula yang biasa-biasa saja. Sebagaimana lazimnya berlaku di Gudep berbasis sekolah, maka Kepala Sekolah otomatis akan diangkat menjadi Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus) tanpa mempertimbangkan minat dan kepeduliannya. Rumusan inilah yang dirombak total pada tahun 1994-1996. Sejarah Gudep mencatat terpilihnya tokoh dari luar sekolah sebagai Kamabigus, yakni Kak (Alm.) DR. H. Mustafa Majnu, M.Sc. atas pertimbangan bahwa pramuka akan lebih maju di bawah kepemimpinan beliau.

Unsur yang tidak kalah pentingnya adalah keberadaan sosok PEMBINA. Gudep sangat beruntung karena dari seluruh rangkaian kepemimpinan MABIGUS yang berganti-ganti dari masa ke masa, sejarah Gudep mencatat keteguhan dan kesabaran seorang Guru Agama Islam di SMA Negeri 2 Medan sebagai Pembina Pramuka, yakni Kak Drs. H. Muhammad Nasib Selmi. Berikut ini nama-nama guru yang pernah tercatat sebagai Pembina, Pembantu Pembina, dan anggota Mabigus Gudep 273-274 SMA Negeri 2 Medan :

  1. Kak Drs. H. Sumal DS (Almarhum)
  2. Kak H. Abdul Halim Daulay, SE (Almarhum)
  3. Kak DR. H. Mustafa Majnu, M.Sc (Almarhum)
  4. Kak Jonni Zainuddin (sekarang masih mengajar di SMA Negeri 2 Medan)
  5. Kak Dra. Dahlia Harahap (sekarang purna bakti Guru SMA Negeri 2 Medan)
  6. Kak Dra. Hj. Rebecca Girsang (sekarang Kepala SMA Negeri 1 Medan)

Sesuai dengan pengelompokan pesdik di sekolah, maka saat ini Gudep masih melakukan pembinaan terhadap pesdik yang berada di kelas X, XI, dan XII, yaitu :

  1. Angkatan 38, yaitu pesdik yang bersekolah di SMA Negeri 2 Medan tahun masuk 2013.
  2. Angkatan 37, yaitu pesdik yang bersekolah di SMA Negeri 2 Medan tahun masuk 2012.
  3. Angkatan 36, yaitu pesdik yang bersekolah di SMA Negeri 2 Medan tahun masuk 2011.

Di tahun pertama, pesdik akan mengalami masa-masa belajar dan berlatih yang menyenangkan, seru, menantang, kreatif, dan penuh rasa persaudaraan. Di tahun kedua, pesdik mulai diberikan tanggung jawab sebagai Sangga Kerja (yaitu semacam tugas kepanitiaan) dalam setiap kegiatan di Gudep. Di tahun ketiga, pesdik menjadi lebih mandiri dan siap diberikan tanggungjawab memimpin satuannya, atau biasa disebut sebagai Dewan Ambalan. Demikian regenerasi Gudep terjadi dari tahun ke tahun.

KINI Pramuka SMA Negeri 2 Medan telah terorganisir dengan baik di bawah pengelolaan Mabigus/Pembina dan dukungan penuh (moril/materil) dari para alumni Pramuka (PURNA BAKTI AMBALAN) dari seluruh Angkatan yang rata-rata telah mencapai sukses dalam karir dan kehidupannya. Berikut ini susunan Kepengurusan Gudep berdasarkan Musyawarah Gugusdepan 15273-15274 pada tanggal 26 April 2012 yang lalu :

Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris
Ketua Harian
Anggota
 
 
 
Pembina Putra
Pembantu Pembina Putra
 
 
Pembina Putri
Pembantu Pembina Putri
: Drs. M. Abdu Siregar (Kepala SMA Negeri 2 Medan)
: Jonni Zainuddin (Guru Senior SMA Negeri 2 Medan)
: Yulia Indawardhani, SS, MSP (Alumni 1993)
: Drs. H. M. Nasib Selmi (Guru Purna Bakti SMA Negeri 2 Medan)
: 1. Drs. Kasiman Berutu (Alumni 1991)
  2. Sulaiman Ginting, SP, M.E (Alumni 1992)
  3. Fauzi Chairul F, SH, M.Hum (Alumni 1993)
 
: Drs. Suprianto (Guru SMA Negeri 2 Medan)
: Ardi Kurniadi Harahap, ST (Alumni 1993)
  Awaluddin Nasution (Alumni 1993)
 
: Dra. Lin Rismawati (Guru SMA Negeri 2 Medan)
: Evarianta Ginting, S.Sos (Alumni 1991)
  Ririen Tiurma Riana Hutapea, A.Ks (Alumni 1994)

&&&&&

Istilah Pramuka dalam Bahasa Inggris

Golongan Usia
Siaga Putra Cub
Siaga Putri Brownie
Penggalang Putra Boy Scout
Penggalang Putri Girl Scout / Girl Guide
Penegak Putra Rover
Penegak Putri Ranger
Pandega Putra Senior Rover
Pandega Putri Senior Ranger

Satuan
Barung Six
Perindukan Den / Pack
Regu Patrol
Pasukan Troop
Sangga / Reka Gang
Ambalan Crew
Racana Clan
Tingkatan
Calon Siaga Tenderpad
Siaga Mula 3rd class Cub / Brownie
Siaga Bantu 2nd class Cub / Brownie
Siaga Tata 1st class Cub / Brownie
Siaga Garuda Eagle Cub / Brownie
Calon Penggalang Tenderpad
Penggalang Ramu 3rd class Scout
Penggalang Rakit 2nd class Scout
Penggalang Terap 1st class Scout
Penggalang Garuda Eagle Scout
Kwartir
Kwartir Ranting District Headquarter
Kwartir Cabang Kota Municipality Headquarter
Kwartir Cabang Regency Headquarter
Kwartir Daerah Provincial Headquarter
Kwartir Nasional National Headquarter
Dewan Kerja
Dewan Kerja Ranting District Rover and Ranger Council
Dewan Kerja Cabang Municipal Rover and Ranger Council
Dewan Kerja Daerah Provincial Rover and Ranger Council
Dewan Kerja Nasional National Rover and Ranger Council

APAKAH SAYA SIAP MENJADI SEORANG BANTARA ?

bantaraPENEGAK BANTARA adalah suatu tingkatan bagi Pramuka Penegak yang telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat Bantara.

Golongan Pramuka Penegak yang belum menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Bantara belum dianggap sebagai Pramuka Penegak dan disebut sebagai “Tamu Ambalan”, atau “Tamu Penegak”.

Banyak orang beranggapan bahwa BANTARA itu merupakan singkatan. Tapi sebenarnya itu salah.

Sejarah kata BANTARA berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Pengawal / Adjudan, Pengawal dapat diartikan menjadi 3 hal yaitu :

1. Pengawal Para Pemimpin.

2. Pengawal terhadap pembangunan yang sudah dan sedang dilaksanakan.

3. Pengawal yang bertugas untuk mengawal dan menjaga tegak dan lestarinya Pancasila, Trisatya dan Dasa Darma.

Artinya setelah menjadi Pramuka Penegak BANTARA berarti sudah dan harus siap menjadi seorang pengawal, pengawal yang disebutkan 3 poin diatas.

Sedangkan tanda yang dikenakan dipundak, mempunyai arti sebagai berikut :

  1. Warna Hijau melambangkan Kesuburan dan Kemakmuran berarti Seorang BANTARA harus menjaga   kesuburan dan kemakmuran Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan warna hijau melambangkan diri yang berkembang yang selalu tumbuh untuk mencari tahu banyak hal untuk kemajuan Negara dan dirinya.
  2. Dua tunas melambangkan Keseimbangan dan Satuan Terpisah Pramuka Penegak Putra dan Putri.
  3. Bintang melambangkan seorang penegak bantara harus bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Warna Kuning melambangkan keluhuran dan kejayaan.

MENGAPA DIPASANG DI PUNDAK BUKAN DI LENGAN KANAN/KIRI

Karena seorang Pramuka Penegak BANTARA harus bisa memikul rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugasnya sebagai seorang PRAMUKA yang Sejati.

SYARAT-SYARAT YANG HARUS DIPENUHI

Untuk mencapai tingkat Penegak Bantara, calon Penegak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

-        Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan Penegak.

-        Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.

-        Mengerti dan bersungguh-sungguh mengamalkan Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupannya sehari-hari.

-        Dapat memberi salam Pramuka dan tahu maksud dan penggunannya.

-        Tahu tanda-tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka.

-        Tahu struktur organisasi dan Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.

-        Tahu arti lambang Gerakan Pramuka.

-        Tahu arti Pancasila.

-        Tahu sejarah dan arti kiasan warna-warna bendera kebangsaan Indonesia, serta dapat mengibarkan dan menurunkannya dalam upacara.

-        Dapat dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara.

-        Tahu arti lambang Negara Republik Indonesia.

-        Biasa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan Penegak.

-        Tahu arti dan sejarah Sumpah Pemuda.

-        Tahu perjuangan bangsa Indonesia dan rencana pembangunan Pemerintah.

-        Tahu susunan Pemerintah Republik Indonesia dari Pusat sampai ke Desa.

-        Dapat berbaris.

-        Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungannya.

-        Tahu pentingnya bahan-bahan makanan yang bernilai gizi, dan dapat memasak makanan di perkemahan untuk sedikitnya 5 orang.

-        Tahu tentang penyakit-penyakit rakyat yang terpenting, dan tentang cara-cara pencegahannya.

-        Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang.

-        Tahu adat sopan santun pergaulan Indonesia.

-        Memiliki buku Tabanas.

-        Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperolehnya dari usahanya sendiri.

-        Menguasai suatu keterampilan di bidang pertanian, bidang industri, atau bidang lain yang dipilihnya sendiri, tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupannya.

-        Dapat membaca jam dan menggunakan kompas.

-        Sudah pernah berkemah sekurang-kurangnya 4 hari berturut-turut.

-        Pernah ikut serta kerjabakti gotongroyong yang ditugaskan oleh Pembinanya.

-        Keagamaan (seuai dengan agama masing-masing)

-        Untuk Penegak yang beragama Islam:

  • Dapat mengucap Kalimat Syahadat dan tahu artinya.
  • Mengerti Rukun Iman dan Rukun Islam.
  • Melakukan salat berjama’ah.
  • Tahu riwayat Nabi Muhammad saw.

-        Untuk Penegak yang beragama Katolik:

  • Tahu sakramen Permandian, sakramen Penguatan, sakramen Maha Kudus, sakramen Pengakuan Dosa (Tobat).

-        Untuk Penegak yang beragama Protestan:

  • Dapat dengan hafal menyanyikan 4 nyanyian Kristen.
  • Dapat mengucap doa sederhana pada kesempatan tertentu.
  • Bersedia memimpin kelompok mempelajari Alkitab.
  • Mengetahui sekedar peraturan-peraturan Gereja.

======================================================= (DIKUTIP DARI BERBAGAI SUMBER)

Ujian kenaikan tingkat kecakapan umum Bantara biasanya dilaksanakan pada saat perkemahan. Untuk mendapat pemahaman yang paripurna tentang arti bantara, seorang calon penegak sebaiknya mengikuti proses ujian yang telah dirancang oleh Pembina sehingga calon penegak dapat menemukan makna tersurat dan tersirat dari gelar Penegak Bantara yang akan diraihnya. Selamat berproses…. Temukan sendiri makna BANTARA-mu!!!!

Benderaku

Gelas kristal pasti kalah
Piranti melamin tak menjamin
Houseware aneka rupa cuma sampah
Yang kucari hanya cangkir plastik bergagang…
Agar Merah-Putihku berkibar dengan garang!

KAMUS DIALEK MEDAN

KAMUS CAKAP MEDAN 

 

Kumpulan kata-kata yang digunakan oleh masyarakat kota Medan. Bahasa Medan sebenarnya adalah salah satu “Dialek Melayu” yang terbentuk selama beratus-ratus tahun dan telah bercampurbaur dengan berbagai bahasa seperti bahasa Batak (Karo, Toba dan Mandailing) serta bahasa yang dibawa oleh pendatang seperti Jawa (di Perkebunan),Minang, Aceh dan Melayu Pesisir. Selain itu juga terdapat beberapa perbendaharaan kata yang berasal dari bahasa asing seperti Belanda, Inggris, China, Arab dan India. Dari seluruh bahasa2 yang digunakan oleh berbagai orang yang melakukan berbagai kegiatan di kota Medan akhirnya terbentuklah suatu dialek yang disebut sebagai “Bahasa Medan” atau “Cakap Medan”.

Biasanya para pendatang baru di kota Medan beranggapan bahasa Medan adalah bahasa yang dipenuhi dengan ucapan-ucapan kasar, tetapi walaupun begitu sebenarnya Cakap Medan adalah dialek yang menarik untuk dikenali.

 

 

A

  • abah = bapak
  • abcd = abri bukan cepak doang
  • abang = panggilan kepada laki-laki yg berusia lebih tua atau belum dikenal
  • abes = habis
  • acamana = bagaimana
  • acana = bagaimana
  • aceh = salah satu suku di Sumatra
  • acem = bagaimana
  • aci = boleh , sah
  • acik = panggilan orang kepada keturunan Tionghoa dewasa
  • acit = sakit (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • adek = adik
  • adoh = aduh
  • adok = aduk
  • adong = ada (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • aer = air
  • ah = kata seru untuk penolakan
  • ajo = abang (panggilan kepada keturunan Minang)
  • aksi = aksi, gaya (berasal dari bhs. Inggris “action”)
  • alamak = aduh mak! / aduh Ibu! (ungkapan kaget) = tak menyangka
  • alamakjang = aduh mak! / aduh Ibu! (ungkapan kaget)
  • alamat = bakalan
  • alang = makan (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • alang = sebutan/panggilan kpd anak lelaki melayu
  • alang-alang = rumput ilalang
  • alas = salah satu rumpun suku Batak
  • alen-alen = kue khas Medan
  • aleng = panggilan kepada keturunan Tionghoa (laki2)
  • alih-alih = akhirnya, daripada nggak
  • alip = permainan
  • alip banteng = sejenis permainan [pemain bisa kemasukan (kerasukan), karena memakai rapalan (mantra) dalam dialog yg terjadi antara pemain dengan yang jadi penanya].
  • alip batalion = permainan susun batu bata
  • alip bengek = permainan melempar bola ke badan/tubuh teman
  • alip bola = permainan lempar bola serta memanggil nama lawan dengan menambahkan huruf ‘e’ di belakang nama lawan
  • alip brondok = permainan sembunyi-sembunyian yg paling populer di Medan,hide and seek
  • alip cendong = permainan yg agak mirip dengan alip brondok
  • alip jongkok kring = ?
  • alip kroncong = sejenis permainan
  • amang = bapak (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • amangoi = oh bapak ! aduh bapak !
  • ambek = ambil
  • ambik = ambil
  • amoi = panggilan kepada keturunan Tionghoa (perempuan)
  • amuba = asli muka batak
  • ana = aku
  • anak bawang = masih baru belajar
  • anak maen = anak gaul, anak jalanan (biasanya ditandai dengan ciri-ciri rambut agak gondrong, tukang ngebut, motor “dipermak” habis)
  • anak mamak = anak manja
  • anca = lapak, kawasan/daerah/wilayah kita
  • andesten = tau, ngerti (berasal dari bhs. Inggris “understand”)
  • ane = abang, kakak (panggilan kepada keturunan India/ Tamil)
  • angek = iri, dongkol (berasal dari bhs. Minang: “angek” = panas)
  • angkat telor = orang yang suka cari muka, penjilat
  • angkola = salah satu rumpun suku Batak
  • anggar = pamer, andal
  • angus = hangus
  • antuk = adu
  • antop = sengat
  • antup = sengat
  • apanya = bagaimana ?
  • apek = sebutan kepada keturunan Tionghoa yang sudah tua
  • ari = hari
  • arsik = makanan khas orang Sipirok/ suku Batak Angkola (ikan mas yang dimasak dengan buah asam yang hanya tumbuh di dataran tanah Batak, biasa disebut andaliman)
  • asahan = salah satu kabupaten di Sumatra Utara
  • asen = hilang
  • aseng = panggilan kepada keturunan Tionghoa (laki2)
  • asik = asyik
  • asin = hilang
  • asing = asing/ aneh
  • asoy = asyik, santai
  • astuti = astrea tujuh tiga
  • asu = anjing (berasal dari bhs. Batak Toba/ Jawa)
  • attar di dokkon = supaya dibilang (cari perhatian)
  • ati = hati
  • atok = kakek (berasal dari bhs. Melayu)
  • atrek = mundur (berasal dari bhs. Belanda: “achteruit”)
  • awak = aku, badan, self

 

B

  • babat = tebas
  • babiat = makian (berasal dari bhs. Batak Toba: “babiat” = harimau)
  • babon = pembantu
  • bacol = gampang ciut nyalinya
  • bacrit = banyak cerita, banyak omong
  • bacul = gampang ciut nyalinya
  • bacut = ciut nyalinya
  • bacol = gampang ciut nyalinya
  • bado = ikan betik/ ikan betok/ ikan papuyu
  • baek = baik
  • bagdu = bagi dua
  • bagudung = tikus kecil
  • bagur = ?
  • bah = ungkapan kaget
  • bajing = bunga ganja
  • bak = bawa
  • bak = supaya 
  • bak ko to = supaya kau tau
  • baki = nampan
  • bakombur = gossip, ngobrol
  • balam = burung putar
  • balbal = pukulan bertubi-tubi, hujan pukulan
  • balek = pulang
  • balen = minta bagi
  • baling = bengkok parah/ berbalik
  • ban cangkol = ban motocross, ban trail
  • bandal = bandel, susah diatur
  • bandung = bandar selamat ujung
  • bangke = bangkai
  • bangking = pekat
  • bangsa = jenis, seperti/ ala
  • banjer = beserak, banyak sekali, banjir
  • bajir bolon = banjir besar, banjir bandang
  • bantai = pukul, hantam
  • bante = pukul, hantam (berasal dari bhs. Melayu: “bantai”)
  • banua holing = mitos tentang suatu negeri pada zaman dahulu di Medan, yang letaknya tidak diketahui pasti antara Sumatra sampai Jawa
  • barken = (barang kenta) istilah yg ditujukan untuk perempuan
  • barges = (barang gesek) istilah yg ditujukan untuk perempuan nakal
  • barse = (barang sementara) istilah yg ditujukan untuk cewek sementara
  • batok = tempurung
  • batu = batu/ bersaudara/ yang bisa mengalahkan
  • batu gantung = salah satu tempat wisata di Prapat/ Danau Toba
  • bauk = bau
  • baut = sekrup, besi berderat
  • bawak = bawa
  • bebirat = membiru bekas pukulan, bekas cambukan
  • becak rek = sepeda bermesin tempel
  • beceng = pistol
  • bedangkik = pelit
  • bedogol = dungu
  • bedol = tarik
  • begado = berkelahi
  • begelombang = bergelombang
  • begu = hantu (istilah yg berasal dari bhs. Batak Toba)
  • begu ganjang = hantu panjang (istilah yg berasal dari bhs. Batak Toba)
  • bejibun = banyak
  • bekada = bedak/ kotoran di kulit
  • bekerak = berkerak, kulit yang kasar
  • bekuah = berkuah, mandi keringat
  • belacan = terasi
  • belangau = berlalat/ dikerumuni lalat
  • belanggar = tabrakan
  • belebas = penggaris, mistar
  • belok = belok/ juling
  • bemo = angkutan umum mobil roda tiga bermesin bajaj
  • benam=tekan kedalam,pukul sampai semaput,gas tingg[kreta/mobil]i
  • bendol = benjol
  • bengak = agak kurang2 alias agak bego
  • benggali = keturunan India yang memakai sorban
  • benggol = uang logam
  • bentar = sebentar
  • beraer = basah, mengeluarkan air
  • berantuk = berkelahi
  • bercel = berak celana
  • bekeras = melawan pendapat
  • berendeng = bergandengan
  • ereobereng = lihat (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • berjut-jut = berjuta-juta
  • berko = lampu depan sepeda
  • bernang = berenang
  • berondok = sembunyi
  • berton-ton = beribu-ribu
  • beselemak = berlepotan
  • beset = sayat/ iris
  • beskop = bioskop
  • betepek = bertumpuk
  • beteng = bagus=hebat=jago
  • beter = naksir (pendekatan terhadap seseorang), melirik
  • beti = beda tipis
  • biang = anjing (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • bijak = pintar ngomong
  • bika ambon = kue khas kota Medan
  • bikin = buat, taruh/ letak
  • bilang = katakan, ucapkan, 
  • bimas = biar mati asal stan (bergaya)
  • binun = bingung
  • birat = membiru bekas pukulan, bekas cambukan
  • birong = hitam
  • birong galok = hitam pekat
  • BK = plat nomor polisi untuk kendaraan bermotor di Medan
  • BK merah = plat nomor polisi yang berwarna merah (milik pemerintah daerah)
  • blacan = terasi
  • blasteran = berdarah campuran
  • blau = pewarna baju berwarna biru
  • blek = kaleng
  • blom = belum
  • bm-bm = bayar masing-masing
  • bnapas = bernafas
  • bobrok=rusak,keropos
  • bocel = cobel, kroak sedikit, rusak sedikit
  • bocor keliling = sarap, gila
  • bodat = monyet (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • bodok = bodoh
  • bok = tempat duduk dari semen
  • bok = bau
  • bolak-balek = pulang pergi
  • bonbon = permen
  • boker = botak krewak atau botak krowak
  • boroh = jaminan
  • bos = boss/ bapak, ayah
  • botak krewak = istilah untuk potongan rambut yg terkesan botak tak rata (biasanya ditujukan kepada narapidana)
  • botak krowak = istilah untuk potongan rambut yg terkesan botak tak rata (biasanya ditujukan kepada narapidana)
  • boting = (bosan tinggalkan) istilah untuk bondon, perek, WTS (Wanita Tuna Susila)
  • botot = barang bekas
  • brastagi = salah satu kota/ tempat wisata di Tanah Karo
  • brenang = berenang
  • bringus = ingusan
  • brobos = menerobos masuk
  • bronces = abg, remaja
  • brondok = sembunyi = ngumpet
  • bros = sikat
  • broti = balok kayu
  • buang badan = menyangkal, menghindar, menyingkir
  • bujang = kemaluan perempuan (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • bujang inam = kemaluan orang tua perempuan (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • bujing = tante, adik ibu kita (berasal dari bhs. Batak Mandailing)
  • bukak = buka
  • bukak kartu = buka rahasia
  • bukit lawang = salah satu tempat tujuan wisata (terdapat sungai, pemandian, hutan dan orangutan) di Sumatra Utara
  • bulang = kakek (berasal dari bhs. Batak Karo)
  • buljem = bulu yang berada di sekitar alat kemaluan
  • bunak = bunting, hamil
  • buncit = perut gendut
  • buntal = gemuk berlemak
  • buntat = gugup, buntu
  • buntut = ekor
  • burit = pantat
  • butet = panggilan kepada anak perempuan (berasal dari bhs. Batak Toba)

 C

  • cabot = pergi dari…
  • cabut = bolos
  • cadel = bicaranya tidak fasih/ tidak lancar
  • cagak = standart sepeda motor
  • cak = coba
  • cakap = bicara, ngomong
  • calus = aus, los
  • cam = (macam) seperti
  • camni = (macam ini) seperti ini
  • campak = lempar/ sejenis wabah penyakit
  • campor=campur
  • camtu = (macam itu) seperti itu
  • can = peluang (berasal dari bhs. Inggris “chance”)
  • cana = bagaimana
  • cantek = cantik
  • cao = pergi (berasal dari bhs. Italia: “ciao”)
  • caper = cari perhatian, sejenis permainan kelereng
  • cap mau = nekat, serba mau
  • cap mayat = super nekat. berani mati
  • capten = cap paten, barang bagus
  • carik = cari
  • carik pasal = cari masalah
  • caya = percaya
  • caw = pergi (berasal dari bhs. Italia: “ciao”)
  • cebok=membersihkan kotoran setelah buang air
  • cede = celana dalam
  • cek = periksa
  • cekak = kehabisan duit
  • cekek = cekik
  • ceking = kurus kering
  • cekot = ?
  • celak = pinsil mata, kohl
  • celat = tidak lancar bilang r
  • celit = pelit
  • cem = seperti
  • cemana = bagaimana
  • cemgini = macam gini, seperti ini
  • cemgitu = macam gitu, seperti itu
  • cemprolet = alasan
  • cencen = anak ingusan
  • cendek = dangkal, tidak dalam
  • cendong = sampai, tiba
  • cengkunek = alasan/ banyak syarat
  • cepek = seratus
  • cerebutan=jamak dari rebut=berebut/memperebutkan
  • cet = cat
  • cetek = dangkal, tak dalam/ kecil
  • ciak = makan
  • cicing = lari, kabur
  • cik = panggilan kepada seseorang laki-laki yg lebih tua (berasal dari bhs. Melayu: “pakcik”, artinya: “bapak kecik/kecil)
  • cika = akal
  • cikok = curi
  • cilok = curi
  • cimeng = ganja
  • cimpa = kue khas Batak Karo
  • cimprolet = alasan
  • cincai = paten, mantap
  • cincaw = lengkong
  • cingcong = banyak mulut, banyak omong
  • cingkunek = alasan
  • cipak = pergi dari…
  • cipok = ciuman (biasanya dilakukan sambil “curi-curi”)
  • ciret=kotoran/taik yg kluar sedikit ketika buang angin
  • CKR = (Cocok Kam Rasa) ungkapan untuk menanyakan persetujuan
  • cobel = tak rata
  • cocang = kucir
  • coi = bro
  • cok = coba
  • cok = colok/ cucuk/ pasang/ tusuk
  • colok = cucuk/ pasang/ tusuk
  • comel = ?
  • congkel = cungkil
  • congok = rakus
  • congor = mulut
  • cop = klaim duluan
  • coreng = coret
  • crit = cerita
  • crit en de crot = cerita bohong, banyak omong
  • cuak = ciut nyali
  • cucok = cocok
  • cucuk = tusuk
  • cumak = cuma, hanya

 

D

  • dairi = salah satu kabupaten di Sumatra Utara
  • dano = danau
  • darting = darah tinggi
  • dege = pukul
  • degil = bandel
  • deking = backing
  • deli tua = salah satu tempat wisata (sungai, pemandian) di Medan
  • demon = demo, demonstrasi
  • dengkol = dengkul, lutut
  • depleh = sangat rendah
  • dera = daerah
  • deret = susun, baris
  • derek = tarik
  • diam-diam makan dalam = perilaku yang tidak disangka-sangka
  • dibalbal = dipukul habis-habisan
  • dibilangi = diberi tahu
  • dijengkal = direndahkan (pelecehan/ penghinaan)
  • dobol = jebol, bolong
  • dodol = bodoh
  • dodong = 
  • dogol = bodoh
  • dol = tidak ada deratnya lagi
  • dolo = dulu
  • dongan = kawan, teman
  • dongak = melihat ke atas, bagian depan lebih tinggi dari bagian belakang
  • dongok = bodoh

 

E

  • ecek-ecek = pura-pura
  • eder = geser sedikit agar dapat dilihat (dalam permainan guli/gundu/kelereng)
  • eksen = gaya (berasal dari bhs. Inggris “action”)
  • ekting = aksi, berpura-pura (berasal dari bhs. Inggris “acting”)
  • embat = ambil, curi, hantam, pukul
  • enceng = selesai
  • encim = ibu-ibu keturunan Tionghoa
  • ente = kau, anda
  • enteng = ringan
  • entop = sengat
  • entup = sengat
  • eskete = bermusuhan, putus hubungan
  • es doger = es campur khas Medan yang memakai sirup berwarna merah jambu (es doger, aslinya berasal dari Bandung)
  • es ganefo = es khas Medan dengan aneka rasa dan warna yang dibungkus plastik kecil
  • es mambo = es khas Medan aneka rasa dan warna, baik yang dibungkus dalam plastik kecil, maupun dengan ujung stick (bambu kecil) sebagai pegangannya
  • es tebak = es campur khas Medan yang berisikan berbagai campuran material makanan kecil, seperti kacang merah, cendol, tape, santan, gula merah, dll
  • etek = bibi, tante (berasal dari bhs. Minang)

 

 

F

  • filing = perasaan, instink (berasal dari bhs. Inggris: “feeling”)
  • filing babi = naluri setajam babi hutan
  • flai = keadaan setengah mabuk (berasal dari bhs. Inggris “fly”)

 

G

  • gabeng = gajah bengkak (sebutan untuk orang berbadan gemuk/ besar)
  • gabus = ikan gabus, cerita bohong
  • gacok = jagoan, yang terbaik
  • gado = kelahi
  • gagok = gugup, masih kaku (berasal dari bhs. Jawa: “kagok”)
  • galasin = sejenis permainan
  • galon = SPBU,pomp bensin
  • gape = seperti yang pandai
  • gaplek = permainan memakai kartu domino
  • garbet = garpu becak
  • gayo = salah satu rumpun suku Batak
  • gecor = besar mulut, banyak omong, perusuh
  • gedabak = besar, sangat besar
  • gedabak = sangat besar
  • gelek = ganja
  • geleng = sebutan untuk orang yang berbadan kecil atau benda yg berukuran kecil
  • gepe = istilah untuk rokok: “Gudang Garam Filter”
  • gerbang = terurai (untuk rambut)
  • gerebek = razia tangkap tangan
  • gerepak peak = hancur-hancuran
  • gerot = geger otak, agak gila
  • getek = genit
  • giman = gigi mancung
  • gimpil = gampang, mudah
  • gini = begini
  • gipulak = lagi pula, selain itu
  • gitu = begitu
  • giwang = anting-anting
  • gobi = ikan kecil yang banyak di parit-parit kota medan
  • gobi jerman = ikan guppy
  • gobjer = gobi jerman/ ikan guppy
  • gobor = kebesaran
  • godek = besar
  • godok-godok = jenis panganan dr tepung yg digoreng
  • goes = dayung[sepeda]
  • golek = baring, rebah
  • gomak = remas, rogoh
  • gombak = keturunan tionghoa
  • gombel = istilah untuk sejenis “hantu”: wewe gombel ,/ kain rombeng
  • gombor = kedodoran, kebesaran
  • gombur = bual
  • gonceng = bonceng
  • gongseng = goreng tanpa minyak
  • goni = karung
  • goni botot = pengumpul barang bekas, pemulung
  • gonjes = potongan rambut anak muda Medan antara tahun 80 – 85 an
  • gopek = lima ratus
  • gopla = menang atau lewat semua (dalam permainan)
  • gorpis = goreng pisang, pisang goreng
  • gosa = tidak usah
  • gosok = menggosok, menyetrika
  • gotil = 
  • gp = istilah untuk rokok: “Gudang Garam Filter”
  • graok = cakar
  • grauk = cakar
  • grempang = nyentrik
  • grepak peak = hancur-hancuran
  • grobak = gerobak, truck
  • gron = gaya “habis-habisan” kaya preman atau rocker(berasal dari bhs. Inggris: “under ground”)
  • gropes = coel, bocel, cobel, kroak
  • grutul = tidak rata, banyak benjolan kecil, bergelombang
  • guit = colek
  • guli = kelereng, gundu
  • gumarapus = lasak tapi lebih pas disebut ‘ceroboh’ (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • gumarapus = salah satu tokoh kartun di Medan
  • gundaling = salah satu tempat wisata di Brastagi/ Tanah Karo

 

H

  • hajab = kacau, sial
  • hantam = hajar, pukul
  • hapa-hapa = apa-apa
  • harimo = harimau
  • hekter = stapler, staples
  • hepeng = uang, duit (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • hepot = sibuk, heboh
  • hogap = gertak
  • honda = sepeda motor
  • horas = selamat, halo
  • hosa = kecapean
  • hubar-habir = berantakan (berasal dari bhs. Batak Toba)

 

 

I

  • idop = hidup
  • idung = hidung
  • idup = hidup
  • iin puspa = inang-inang pusat pasar
  • ikot = ikut
  • ilang = hilang
  • impal = panggilan kepada lawan jenis (berasal dari bhs. Batak Karo “impal”)
  • ingat = ingat
  • injam = pinjam
  • isap = rokok (berasal dari bhs. Batak Karo)
  • isap = hisap
  • itam = hitam
  • ito = panggilan kepada lawan jenis (berasal dari bhs. Batak Toba ‘ito’)
  • ikan = lauk/ teman nasi
  • ikan katong = ikan aduan asal bangkok ekor bundar
  • ikan laga = ikan aduan
  • ikan Siam = ikan aduan asal bangkok ekor panjang

 

J

  • jaet = jahit
  • jambak=menarik dengan menggemgam
  • jamaludin = jaga malam udara dingin
  • jamal mirdad = jaga malam mirip bodad
  • jamping = sepeda motor jumping (meloncat dengan ban depan terangkat)
  • jan = jangan
  • janda=jangan ada
  • jang = jangan
  • jangek = krupuk khas Minang
  • jan-jan = jangan-jangan
  • jait = jahit
  • jarum = jarum/ suntik
  • jarum gantung = infus
  • jat = jahat
  • jatopek = “ungkapan kotor”
  • jeblok = jeblos, merosot
  • je-je-em = jalan-jalan malam
  • je-je-es = jalan-jalan sore
  • jegat = cegat/ hadang
  • jeksi = suntik
  • jelebau = makian: jelek dan bau
  • jendol = benjol
  • jeng = diulang (jika posisi gambar miring – dalam permainan lempar gambar)
  • jengah = perasaan tidak suka melihat seseorang
  • jengat = dongak, bagian depan lebih tinggi, menengadah
  • jerahap = rampas, serobot, melewati batas yang diizinkan
  • jerjak = teralis
  • jerongik = gigi mancung
  • jerongos = ggi mancung
  • jingkang = ginkang, tendang sambil meloncat
  • jiper = gentar
  • jiput = gentar
  • jiun = mati
  • jogal = bandel
  • joker = permainan kartu menggunakan kartu joker/ remi, sebanyak 9 kartu
  • joker karo = permainan kartu menggunakan kartu joker/ remi, sebanyak 10 kartu
  • jolas = jelas
  • jungklit = jungkal/terjungklit=terjungkal
  • jontik = ganjen, mentel
  • jorse = jorok sekali
  • jurtul = juru tulis

 

K

  • kaek = seperti
  • kakak = panggilan kepada perempuan yg lebih tua atau belum dikenal
  • kaki busuk = informan
  • kaki cantik = tipe orang yang mengetahui rencana dan perbuatan kta tapi bisa menjaga rahasia
  • kali = amat, sangat
  • kalok = kalau
  • kam = kau (berasal dari bhs. Batak Karo)
  • kamput = singkatan untuk merek minuman: “Kambing Putih”
  • kantong=saku
  • kapal terbang = pesawat, plane
  • kaperlek = kapan perlu pakek
  • kapok = jera, tobat
  • kaporlek = kapan porlu pakek
  • karpidol = panggilan kepada teman yang baru bertemu
  • karo = salah satu rumpun suku Batak
  • karpang = ?
  • kase = beri
  • kasian = kasihan
  • kates = pepaya
  • kaw = kau
  • kayak = seperti
  • kayu laot = sangat kikir
  • kecek = bual, omong kosong
  • kecele = tertipu
  • kecik = kecil
  • kedan = kawan, teman
  • kedan cantik = kawan akrab
  • kede = kedai, warung
  • kede sampah = warung yang menyediakan bermacam-macam dagangan
  • kejegrek = tertangkap
  • kek = seperti
  • keker = teropong
  • kelat = agak lengket, agak asam
  • kelen = kalian
  • kelewang=pedang,parang panjang
  • keling = sebutan untuk orang berkulit hitam keturunan India Tamil (istilah ini sebenarnya memiliki konotasi melecehkan, karena berasal dari kata “cling” - yaitu bunyi “denting rantai besi” yg merujuk kepada masa kerja paksa atau buruh kasar)
  • kelom = selop/ sandal dari kayu
  • keluar maen-maen = (jam istirahat) biasanya sewaktu jam sekolah
  • kelkelmen = keling-keling mentel
  • kembut = kuatir, agak takut-takut
  • kemek = makan
  • kemon = ayo, ajakan
  • kenek = kernet, kondektur
  • kengkeng = kangkang
  • kenta = hubungan seks
  • kepala batu = keras kepala
  • kepek = merayu
  • kepet = belum mandi
  • kepetok = bertemu
  • keplor = kepala lorong
  • kera = hitung
  • kerabu = anting-anting
  • kerat = sayat, iris
  • kerbo = kerbau
  • kerempeng = kurus
  • kerei = tirai
  • kereta = sepeda motor beroda dua, kendaraan
  • kereta = sepeda motor
  • kereta angin = sepeda
  • kero = juling
  • kertapi = kereta api
  • kertas pasir = amplas
  • kesat = tidak lancar atau terhambat karena tidak licin
  • kesem = kesempatan
  • kestaw = beri tahu
  • kosbar = kosong barang
  • ketanggok = tertangkap
  • ketanggor = ketahuan, kepergok
  • ketangkul = tertangkap pada saat razia oleh aparat keamanan
  • ketawak = tertawa
  • keten = intip
  • kiambang = enceng gondok
  • kian = terlalu, semaki
  • kian = sebelumnya
  • kibus = (kaki busuk) informan
  • kican = (kaki cantik) orang yang mengetahui rencana dan perbuatan kta tapi bisa menjaga rahasia
  • Kiq-kiq = permainan taruhan dgn kartu domino
  • kilek = umpatan, cacian, makian, sialan
  • kimbek = umpatan, cacian, makian, sialan
  • kisek = umpatan, cacian, umpatan, sialan
  • kipas = kipas/ hajar
  • kiput = takut, gentar
  • kisut = menyempit, mengecil
  • kitut = tukang kentut
  • kiu kiu = 9 – 9, sejenis permainan menggunakan kartu domino
  • klabu = abu-abu, kelabu
  • klen = kalian
  • klewang = parang, pedang
  • klok = kalau
  • klos = kopling
  • ko = kau
  • kok = kok/ kalau/ kenapa
  • kobel = colek, korek
  • kocok = aduk
  • kodak = tustel (bhs. Belanda: “toestel”), potret (bhs. Inggris: “portrait”)
  • kolding = kolak dingin
  • koldingpakrot = kolak dingin pakai roti
  • koling = hubungi
  • koling-koling = hubungi
  • koling = keling/ hitam
  • kolok = kalau
  • kolor = celana dalam
  • kolot = sempit jalan pikirannya
  • komat = Kota Maksum (nama area di kota Medan)
  • kompas = peras, todong
  • kompil = istilah untuk merek rokok: “Commodore Filter”
  • konak = kena
  • koncet = menyebalkan, bertingkah laku seperti binatang
  • kongkalikong = sekongkol
  • kongkow-kongkow = ngobrol-ngobrol sambil berkumpul dengan teman-teman
  • kongsi = kerjasama, bagi rata
  • kontak = kena stroom listrik
  • kontut = kentut, buang angin
  • kopek = kupas, cungkil
  • kopekan = contekan
  • kopong = kosong
  • kordung = korek hidung
  • korpan = korek pantat
  • korpe = “ucapan kotor”
  • korping = korek kuping
  • kosbar = 
  • kotak sabun = mini bus
  • kotapraja = satpol pp
  • kow = kau
  • koyak = robek, sobek
  • koyok = bohong, cerita
  • kpd = (kapede) kepala preman daerah, boss preman, big boss
  • krabu = anting-anting, giwang
  • krate = karate
  • kreak = percaya diri yang berlebihan, banyak cakap/bicara
  • krempeng = kurus kering
  • krepak peak = amburadul, hancur-hancuran, tak beraturan
  • kreta api = kereta api, sepur
  • kreta kuda = kencana, kereta kuda
  • kreta lembu = karavan/ kereta lembu
  • kreta dorong = yg dipakai di pasar (forklift manual)
  • krewak = cobel, penggal sedikit, tak teratur
  • kroak = cobel, penggal sedikit
  • krosboi = anak jalanan, anak simpang, suka ngebut, penampilan seperti berandalan (berasal dari bhs. Inggris: “cross boy”)
  • krowak = cobel, penggal sedikit, tak teratur
  • krupuk begadang = krupuk khas medan biasa dikonsumsi apabila sedang begadang
  • krupuk jangek = krupuk khas medan asal minang
  • krupuk mi = krupuk khas medan
  • kuda panjang = sejenis permainan beregu [mis. 3-5 orang melawan 3-5 org, yg kalah jaga dgn cara menunduk sambil memegang pinggang teman di depannya. Yang paling depan memegang pinggang juru undi dengan SUT (suwang) dan menyampaikan kepada si juru undi apa yg harus diundikan, sementara yg menang akan melompati punggung yg kalah kemudian duduk di atas punggungnya sampai semua temannya selesai naik ke atas punggung yg kalah, kemudian mengambil undi (SUT) dgn juru undi. Kalah menang tergantung undian].
  • kuda pusing = sejenis permainan kuda-kudaan yang berputar-putar
  • kuda kepang = (seni tradisional Melayu), kuda lumping
  • kuda tunggang = kuda panjang, permainan khas anak2 Medan
  • kudis = koreng
  • kumpu = kungfu
  • kuin = ibu (berasal dari bhs. Inggris “queen”)
  • kurik = bekas koreng
  • kusuk = pijit
  • kusut = urut
  • kutang = BH, pakaian dalam perempuan
  • kutuk bumi = untuk menyebut orang yang berbadan kate/ kerdil
  • kuyu = loyo, kusam

 

 

L

  • la = lah
  • labi-labi = bulus (sejenis penyu)
  • lacak = cari, selidiki
  • lae = sebutan untuk laki-laki: ipar, saudara, abang, bung (berasal dari bhs, Batak Toba)
  • laga = adu
  • laga kambing = adu kepala
  • lagak = gaya
  • lajang = perjaka, perawan, belum pernah menikah
  • lalang = rumput ilalang
  • lambai = lenyap (berasal dari bhs. Melayu)
  • lamban = lambat, gemulai
  • lambe = lenyap (berasal dari bhs. Melayu)
  • lampu semprong = lampu minyak
  • lampu strongking = lampu minyak yang sangat terang
  • lampu teplok = lampu minyak/ lampu tembok
  • langau = lalat hijau
  • langgar = tabrak, lindas
  • lantak = hantam, terserah
  • lantaklah = terserahlah
  • lantam = panjang mulut
  • lapak = tempat kita beroperasi/beraktivitas
  • lasak = tidak bisa diam, selalu bergerak
  • latat = hitam gosong
  • lateung = tidak berarti, tidak ada apa-apanya (berasal dari bhs. Batak Toba: “lanteung”)
  • lau = air (berasal dari bhs. Batak Karo)
  • lau debuk-debuk = salah satu tempat wisata di Tanah Karo
  • lau kawar = salah satu danau/ tempat wisata di Tanah Karo
  • lawak = lucu
  • lebay = rendah diri = tidak pd (percaya diri)
  • leboi = suka mempermainkan perempuan, banyak pacar (berasal dari bhs. Inggris: “play boy”)
  • lecek = becek, berair
  • lekang = mengelupas
  • lembu = sapi
  • lempang = lurus/ lega/ plong
  • leng = permainan kartu menggunakan kartu joker/ remi
  • lenggek = lindas
  • lengkong = cincau
  • leong = hilang melayang, lenyap
  • lepe = katrok, loak, loyo
  • lepes = gepeng, penyet
  • lepat = kue yang dibungkus daun pisang
  • lepet = kemaluan perempuan
  • lepuk = tampar
  • letek = gelek, ganja
  • letoy = lemas
  • lewat = lewat/ almarhum, mendiang
  • lewong = hilang melayang, lenyap
  • liat = lihat
  • libas = habisi, sikat, hajar
  • ligat = gesit, tangkas
  • limbat = ikan lele
  • limper = lima perak
  • limper dibela kampak=secuil dr lima perak
  • limpul = lima puluh
  • limrat = lima ratus
  • limrib = lima ribu
  • linting = gulungan rokok tembakau
  • lisut = keriput, susut, mengkerut
  • litak = bosan, muak, lelah
  • litis = menipis, hampir habis
  • loak = parah
  • lobok = kebesaran, longgar
  • lobong = bolong=berlubang
  • locak = jaga sampai capai/capek (biasanya dalam permainan)
  • loga = lega
  • lokot = ?
  • loleng = oleng, gampang goyah, miring ke kiri miring ke kanan
  • lomak = gemuk
  • lompang = lurus/ lega
  • longok = agak bodoh-bodoh
  • longor = botak bagian depan kepala
  • lonong = ?
  • lontong = ungkapan kekesalan
  • lopak = tampar
  • lopan = anus
  • los = longgar, aus, lepas (berasal dari bhs. Inggris “loose”)
  • lotak = tokok, jitak
  • loteng=atap
  • loyo = lunglai, merasa sangat letih
  • lowak = parah
  • lup-lup-ing = lupa-lupa ingat
  • luntang-lantung = tak jelas kerjaannya, tak tentu arah

 

M

  • maap cakap = mohon maaf sebelumnya
  • macai = malas cerita, susah dikatakan
  • maciktolen = malas cerita, susah dikatakan
  • macat = macet
  • macis = mancis/ korek
  • maen = main
  • maiput = gentar, takut
  • majelis = manusia jelmaan iblis
  • makcik = adik perempuan ayah/ibu, bibi, tante (berasal dari bhs. Melayu: “mamak kecik/kecil”)
  • makek = memakai
  • makjang = Oh, Ibu! (ungkapan kaget) = terperanjat, terpesona
  • mak oi = terperanjat, terpesona
  • mamak = ibu (berasal dari bhs. Melayu: “emak”)
  • mamase = sejenis permainan [permainan tali di antara perempuan (perorangan atau beregu) dengan memakai tali skeeping, atau karet gelang yg diuntai membentuk tali. Kemudian diputar oleh yg kalah, dan yg menang masuk ke dalam putaran tali sambil melompat-lompat sesuai dgn aturannya sambil menyanyikan lagu 'Mamase", demikian seterusnya].
  • mambal = tidak nyambung, bebal, mantul (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • mandailing = salah satu rumpun suku Batak
  • maniknat = mati
  • manikot = bunuh diri (berasal dari bhs. Batak: “maningkot”)
  • mantel = jas hujan
  • map = maaf
  • marsamburatan = berlepotan kemana-mana
  • martabak keling = martabak telor
  • martuti = martumit tinggi
  • masek = masih
  • masik = masih
  • masuk gigi = (masuk “persnelling”) istilah untuk laki-laki: celana dalam sedang dalam posisi terselip
  • masuk gigi = memperbaiki posisi “burung” (kalau celananya sempit)
  • mawas = wakwak (sejenis kera)
  • maye = apa (berasal dari bhs. Melayu Pesisir)
  • maye-maye = suku Melayu Pesisir
  • maye kabe = apa kabar (berasal dari bhs. Melalyu Pesisir)
  • mbus = tiup
  • mejuah-juah = selamat (berasal dari bhs. Batak Karo)
  • mekel = ketawa
  • melalak = keluyuran
  • melayu = salah satu suku di Sumatra Utara
  • meledak = baru dapat uang banyak
  • meledak-meletup = baru dapat uang banyak sekali
  • melepuk = memukul
  • meletup = meletus
  • melongok=bengong dengan mulut terbuka
  • membal = mantul
  • men = main
  • menan = mainan
  • mencong = miring, meleset, tidak kena sasaran
  • mendai = kabar baik (berasal dari bhs. Melayu)
  • mendai = memindahkan
  • mendiang = almarhum, sudah meninggal dunia
  • menengok = menoleh
  • menere = mencoba
  • mengepek = merayu perempuan
  • mengera = menghitung, mengira
  • mengkek = manja yg terlalu berlebihan, bertingkah, kolokan
  • mengopek = menyontek
  • menjeng = manja
  • mentel = centil, genit
  • mentel gowel = centil, genit (secara berlebihan), kegatalan
  • mentiko = bertingkah menyebalkan, sok
  • menyimak = memperhatikan
  • menyingut = mencium bau-bauan
  • meput = (maiput), takut
  • merbuk = burung tekukur
  • mereng = miring
  • merengkel = bertingkah, over acting
  • merepet = ngomel
  • mercy = sebutan untuk mobil mercedez
  • merot = mencong melorot (orang kalo kena stroke, mulutnya mencong)
  • mersi = mereng sikit, kurang waras
  • metik = jambret
  • miang = daun penyebab rasa gatal
  • midain = memindahkan
  • mi gomak = mie khas medan
  • mi kriting = mie khas medan
  • mi lidi = mie khas medan
  • mikir = berfikir
  • mindai = memindahkan
  • minyak lampu = minyak tanah
  • minyak makan = minyak goreng
  • miso = mie sop/ mie bakso
  • misop = mie sop/ mie bakso
  • mistar = penggaris
  • mo = mau
  • mokus = rakus (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • mop = gertak (berasal dari bhs. Inggris: “move”)
  • motor = mobil
  • muk = canting beras
  • mukak = muka/ depan
  • mukak badak = tak tau malu
  • mukak ketat = wajah yang selalu tegang merengut seperti sedang marah
  • munggil = mati (berasal dari bhs. Batak Karo)
  • mur = pasangan baut
  • musek = muka seks
  • mustakim = mukak sedih tapi kriminal
  • mustapa = mukak sedih tapi patentengan/ mukak sedih tapi paok
  • musti = harus

 

N

  • naek = naik, perjalanan ke arah brastagi
  • naek betis = kram kaki di daerah betis
  • naek kupeng=merasa bangga,tersanjung
  • nah=ni ambil
  • nak = anak (berasal dari bhs. Batak Karo)
  • nanduk = menodong, memalak
  • naning = mabuk, tenggen
  • nanggok = ambil
  • nanggok = nangkap
  • nangning = semacam getah tawon/lebah
  • nasgor=nasi goreng
  • nceng = selesai
  • neg = muak, mual
  • nek darah = naik darah, marah
  • nek pitam = (sangat) marah, naik darah
  • nembak = tidak membayar
  • nenek kombeng = nenek yg sudah tua sekali
  • nengel = 
  • nenggek = nongkrong, nangkring, hinggap
  • nengok = menoleh
  • ngada-ngada = mengada-ada, asal bicara
  • ngah-ngoh = bodoh
  • ngambil = mengambil/ melakukan hubungan seks
  • ngangkang = mengangkang
  • ngangkat = mengangkat/ mengajak dan membonceng cewek
  • ngangkat = mencari perhatian
  • ngarang-ngarang = asal bicara
  • ngecek = minta sesuatu
  • ngejek = menghina
  • ngelau = minum/ mengarah ke minuman keras (berasal dari bhs. Batak Karo: “lau” = air)
  • ngences = keluar air liur
  • ngengkeng = mengangkang
  • ngenyek = menghina, merendahkan
  • ngepek = merayu
  • ngesom=nyumbang,pasang taruhan
  • ngeten = mengintip
  • nggomak = meremas-remas
  • ngompas = memorot, memalak, menodong
  • nggosok = menggosok, menyetrika
  • ngilang = menghilang
  • ngocok=onani
  • ngorok=dengkur
  • ngos-ngosan = kecapean
  • ngrogoh = mencari sesuatu di bagian dalam
  • ngsom=sumbangan,patungan
  • ngumbang = memuji-muji
  • nias = salah satu rumpun suku Batak
  • nini = nenek
  • njeret = teriak
  • njolok = ambil buah pakai galah
  • nonggok = berada di…, terletak di…, hinggap di…
  • ntah = tidak tahu
  • nuba = meracuni
  • nyaklikap = banyak kali cakap
  • nyeton = menghisap gelek (berasal dari bhs. Inggris: “stone”)
  • nyetot = mengambil, memukul (berasal dari bhs. Belanda: “stoten” = beradu)
  • nyimak = perhatikan

 

 

O

  • ogap = gertak (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • omak = ibu (berasal dari bhs. Melayu: “emak”)
  • ombol = mulut
  • ompaan = minta dibujuk-bujuk, suka dipuji (berasal dari bhs. Batak Toba: “ompa”, artinya: digendong, ditimang-timang)
  • oncop = hisap (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • ondak = mau, hendak
  • ondak =tidak
  • ondakap = honda cup
  • onde = aduhai
  • onde-onde = panganan dari ketan berisi gula merah cair
  • ongol-ongol = ?
  • opak = krupuk khas Medan
  • oper = lempar ke…, pindahkan ke… (berasal dari bhs. Inggris: “over”)
  • opok = mantra
  • opor = oper, pindahkan ke…
  • opung = kakek, nenek (berasal dari bhs. Batak Toba: “ompung”)
  • orang barat = orang asing/ orang eropa
  • orbat = orang batak
  • orkam = orang kampung
  • orong-orong = anjing tanah
  • orong-orong = makanan cemilan dari tepung ubi
  • oto = bodoh, tolol
  • oyong = pusing, berkunang-kunang, terhuyung-huyung

 

P

  • padbul = Padang Bulan (nama area di kota Medan)
  • paet = pahit
  • pait = pahit
  • pajak = pasar tradisional
  • pakansi = liburan (berasal dari bhs. Belanda: “vacantie”)
  • pakcik = bapak kecil, paman, om= adik ayah/ibu
  • pakek = pakai
  • pakpak = salah satu rumpun suku Batak
  • pak tuntung = salah satu tokoh kartun di Medan
  • pater tuak = lapo tuak, kedai tuak
  • pala = terlalu
  • palagi = apa lagi
  • palak = panas hati, jengkel
  • palar = dipaksakan=dibuat dari pada tidak ada
  • pama = salah satu tempat wisata (sungai, pemandian) di Medan
  • panbers = pantat bersisik
  • pancing kecik = jebakan kecil (suatu perbuatan yang disengaja, untuk menggugah perasaan / emosi)
  • pancut=ejakulasi,muncrat
  • pande = pandai, pintar
  • panggaron = sok jago, sok hebat
  • panglatu = panglima lajang tua
  • panglong = tempat jual kayu
  • pansobil = pantang sok bilak
  • panya = apa nya
  • paok = tolol, bodoh
  • papulak = apa lagi
  • paret = parit
  • parmalim = sejenis agama kepercayaan suku Batak Toba
  • pasar = jalan raya
  • paten = bagus, mantap
  • patentengan = sok jago
  • patima = payah tidur malam
  • patok = patuk
  • patok lele = sejenis permainan dengan mempergunakan tongkat kayu
  • pauk = tolol
  • paya = rawa
  • paya-paya = rawa-rawa
  • payah = sukar, sulit, susah
  • peang = asimetris, tidak sama (tidak bundar, tidak bulat)
  • pedau = bloon, tolol
  • pegas = pukul, hantam (berasal dari bhs. Batak Karo)
  • pekak = kurang dengar , bolot
  • pekong = luka bernanah
  • pelbegu = sejenis aliran kepercayaan suku-suku asli di Sumatra Utara
  • pelem = film
  • pelet jepang = mobil produk jepang
  • penatapan = lokasi pemandangan alam
  • pen 1 = urutan kesatu/pertama= juara pertama
  • pen 2 = urutan kedua
  • pencilok = pencuri, maling
  • pencorot = urutan terakhir atau paling belakang
  • pengau = bodoh, tolol
  • pengkor = kaki pincang 
  • pengok = bodoh, tolol
  • pening = kepala pusing, stress
  • penyet = gepeng
  • penyot = penyet, peot, penyok
  • peot = penyok/ kempot
  • pepek = vagina
  • perak = rupiah/ perak
  • perbeki = perbaiki
  • perca = potongan kain kecil-kecil
  • pere = gratis (berasal dari bhs. Inggris: “free”)
  • pere = libur (berasal dari bhs. Belanda: “vrij”)
  • perli = naksir, pendekatan kepada seseorang
  • permak = robah dari bentuk asli
  • permenan = permainan
  • perot = mulut bengkok
  • pesong = sinting, “gila” (tapi bukan sakit jiwa)
  • pet = ledeng, keran
  • petete = pantang tak top
  • petik = ambil
  • petot = tak mandi
  • petok = jumpa
  • peyang = asimetris, tidak sama (tidak bundar, tidak bulat)
  • picik = pencet
  • picit = pencet, tekan
  • pigi = pergi, berangkat
  • pijak = injak
  • pijit = pijat
  • pilek = flu, influenza
  • pilim = film
  • piling = perasaan, naluri (berasala dari bhs. Inggris: “feeling”)
  • pincuk = dibungkus setengah terbuka – dengan memakai daun pisang
  • pinjam asin = pinjam tak kembali
  • pinomat = paling tidak
  • piol = tipu
  • pipet = selang
  • pisgor = pisang goreng
  • piso = pisau
  • piting = cekik
  • pitos = 
  • piul = tipu
  • plan = pelan
  • plasik = mitos tentang seorang manusia yang suka menghisap darah anak kecil
  • plat = papan – biasanya dalam permainan catur (berasal dari bhs. Belanda: “plat”)
  • plintir = putar
  • podas = pedas
  • pokok = pohon, tidak ada kata lain
  • poklek = korup
  • polit = pelit
  • pondok seng = salah satu lokasi hunian ras india/ tamil
  • ponten = nilai
  • porlep = petugas pelabuhan/ bandara “porter”
  • poto = foto
  • prau = perahu
  • pre = gratis (berasal dari bhs. Inggris: “free”),
  • pre = libur (berasal dari bhs. Belanda: “vrij”)
  • preman = anak muda yg sering nongkrong dengan pekerjaan yg tidak jelas (berasal dari bhs. Inggris: “freeman”)
  • preman kaleng = preman tanggung
  • preman lontong = preman tapi penakut
  • preman simpang = preman yang suka nongkrong di simpang2 jalan
  • pretel = bongkar
  • prom = dari (berasal dari bhs. Inggris “from”)
  • prut = perut
  • puja kesuma = putra jawa kelahiran sumatra utara
  • pukiayam = makian (sama dengan pukimak)
  • pukilek = makian (sama dengan pukimak)
  • pukimak = kemaluan orang tua perempuan
  • pukimbek = makian (sama dengan pukimak)
  • pukisek = makian (sama dengan pukimak)
  • pul = pulang
  • pulta = pulang kita
  • pulut = ketan
  • pulut = istilah pergaulan yg berarti pelit
  • punai = alat kelamin pria
  • puntianak = kuntilanak
  • pur-pur-lup = pura-pura lupa
  • pusing = putar, keliling
  • pusing-pusing = putar-putar, keliling-keliling, jalan-jalan
  • putu mayung = kue khas India

 

Q

  • qiu qiu = 9 – 9, sejenis permainan menggunakan kartu domino

 

R

  • radio transistor = radio zaman dahulu (MW-SW)
  • raken = raja kentut
  • rambung = karet, getah
  • rang = orang
  • raon = jalan (berasal dari bhs. Inggris: “round”)
  • raon-raon = jalan-jalan (berasal dari bhs. Inggris: “round”)
  • rasia = rahasia
  • RBT= Rakyat Banting Tulang (istilah untuk ojek)
  • rebewes = SIM (berasal dari bhs. Belanda: “rijbewijs”)
  • recok = ribut
  • reman = preman (berasal dari bhs. Inggris: “freeman”)
  • rencong = pisau khas Aceh
  • rendeng = gandeng
  • repet = omel
  • rerak = jahitan pakaian yang menjadi renggang karena sesuatu hal
  • ribak = hantam
  • rinai = butiran air yang halus (antara kabut dan gerimis)
  • ri-ri-dep = ngeri-ngeri-sedep, menegangkan tapi mengasyikkan
  • risol = kue pastel
  • rodam = siksa
  • rogoh = mengambil sesuatu dari dalam
  • rondong = pacar (berasal dari bhs. Batak Karo)
  • ronggeng = salah satu tarian Melayu
  • rol = penggaris
  • rombak = robah
  • roti klatak = roti yang sangat keras khas India
  • roti cane = makanan khas India
  • ruma = rumah
  • rumkit = ruma kitik-kitik (pondok2 kecil di Sembahe)
  • ruprupnya = rupa-rupanya
  • rustam lubis = rusak tampang luar biasa
  • rustam munaf = rusak tampang muka nafsu

 

 

S

  • saban = tiap, setiap
  • sadap = sedap, enak
  • sado = delman, bendi
  • salome = satu lobang rame-rame
  • salting = salah tingkah
  • sambal = cabai giling
  • samban = ?
  • samsam = sama-sama
  • samsama = sama-sama
  • sanca = tipuan
  • sangar = menakutkan
  • sangkot = panggilan kepada anak laki-laki (berasal dari bhs. Melayu)
  • santik = korek api, mancis
  • santing = bagi sedikit, rokok
  • santing = bagian ujung
  • santing = mengisap rokok sebatang ramè-rame
  • sapeltek = sedikit/ kecil (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • sarap = agak-agak gila
  • sasap = hapus
  • sayap kreta = spatbor sepeda motor
  • sebangsa = sejenis
  • sebat = sebatang
  • sebijon = sebiji, sebuah
  • secelup = sekali 
  • sedap = mantap, enak, lezat
  • sei = sungai 
  • seje = bohong, dusta
  • seka = usap
  • sekejap = sejenak
  • seketek = sedikit, kecil (berasal dari bhs. Minang “saketek”)
  • seketip = sepuluh
  • sekutil = secuil, sedikit
  • sela = rahasia, trik khusus
  • selak = terlanjur
  • sele = selai
  • selemak = noda
  • selepet = kemaluan perempuan
  • selese = selesai
  • sele-sele = kertas kosong untuk coret-coretan
  • selesma = pilek, flu, influenza
  • selip = selip, tergelincir
  • selip = istilah untuk laki-laki: posisi “burung” tidak pas
  • selo = pelan, santai
  • semak = kepenuhan, semrawut
  • sembahe = salah satu tempat wisata (sungai, pemandian) di Medan
  • senap = sesak napas
  • sengak = ketus
  • senget = tidak waras
  • senggak = bentak (berasal dari bhs. Batak Toba: “songgak”)
  • sengkek = 
  • sengok = keadaan seseorang kalau sudah kebanyakan menghisap ganja
  • sental = sambar
  • sentap = hentak, makan
  • sepapan = satu papan, sekali main (biasanya dalam permainan catur)
  • sepak = tendang
  • sepatu bitel = sepatu kulit yang ujungnya runcing
  • sepatu kobe = sepatu kulit yang ujungnya runcing 
  • seperempi = seperempat
  • sepetik = sejenak, sekali
  • seplat = satu plat, satu papan, sekali main (biasanya dalam permainan catur)
  • sepukul = sekali
  • serak = pencar
  • serbet = kain lap
  • serep = cadangan (berasal dari bhs. Inggris: “serve”)
  • sesak = terdesak ingin melakukan sesuatu, kebelet
  • setalen = dua puluh lima
  • setip = penghapus (berasal dari bhs. Belanda: “stief”)
  • seton = satu ton, seribu
  • setot = pukul, sikat, hantam (berasal dari bhs. Belanda: “stoten” = beradu)
  • sewa = pembayaran untuk suatu kontrak bisnis
  • sewa = istilah yg dipakai untuk membayar “jasa” WTS (Wanita Tuna Susila)
  • sian = dari (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • siap = selesai
  • sigaret = rokok (berasal dari bhs. Inggris “cigarette”)
  • sikat = serbu
  • silap = keliru
  • silap mata = lengah
  • silih = sebutan untuk laki-laki: ipar, saudara, abang, bung (berasal dari bhs. Batak Karo)
  • simak = perhatian
  • simalungun = salah satu rumpun suku Batak
  • simatupang = siang malam tunggu panggilan
  • sipanggaron = sok jago, arogan, sok hebat (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • sipi = nyaris, hampir
  • sitik = sedikit (berasal dari bhs. Batak Karo)
  • siloak-loak = sebutan untuk orang yang tidak bisa diandalkan
  • sitaik-taik = sebutan untuk orang yang tidak ada apa2nya, kroco (bawahan)
  • sketek = sedikit, kecil
  • sleding = posisi ban melintir, tergelincir
  • slip = selip, tergelincir
  • slip = istilah untuk laki-laki: posisi “burung” tidak pas
  • smekot = semeter kotor (sebutan untuk orang yang berbadan pendek)
  • sodap = sedap, enak (berasal dari bhs. Melayu)
  • sok = sombong, angkuh
  • sok paten = bergaya hebat
  • sok teu = bergaya serba tau
  • som=sumbang,uang taruhan
  • somboi = sejenis permen dengan campuran rasa asam dan asin
  • sogar = segar (berasal dari bhs. Melayu)
  • sojuk = sejuk (berasal dari bhs. Melayu)
  • sonang = senang (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • songgak = bentak (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • soor = suka, naksir, senang
  • so pasti = sudah pasti (berasal dari bhs. Manado)
  • sornop = ?
  • sorong = dorong
  • sorongkan = pindahkan, oper
  • spaning = tensi, emosi
  • sporing = melarikan diri, buronan
  • spot = sport (berasal dari bhs. Inggris ‘sport’)
  • stalen = (setalen) dua puluh lima
  • stambuk = tahun angkatan (biasanya untuk tahun masuk perguruan tinggi)
  • stan = gaya (berasal dari bhs. Inggris: “stunt”)
  • stedi = mantap, bagus, cantik, ganteng (berasal dari bhs. Inggris: “steady”)
  • stedon = bagus, cantik, paten
  • stel = perbaiki (berasal dari bhs, Belanda: “stellen”)
  • stel barang = istilah untuk laki-laki: memperbaiki posisi “burung” (biasanya kalau celananya sempit)
  • stending = posisi ban depan sepeda motor terangkat (berasal dari bhs. Inggris: “standing”)
  • stenga = setengah
  • stengki = setengah tangki
  • step = mau mati, menggelepar (berasal dari bhs. Belanda: “stuip”)
  • stif = penghapus (berasal dari bhs. Belanda: “stief”)
  • stilah=istilah
  • stip = penghapus (berasal dari bhs. Belanda: “stief”)
  • stombreges = shockbreaker (berasal dari bhs. Inggris)
  • stori = cerita (berasal dari bhs. Inggris: “story”)
  • stot = pukul, sikat, hantam
  • studen = pelajar (berasal dari bhs. Inggris: “student”)
  • suar-sair = sembarangan, berantakan
  • suar sair = salah satu tokoh kartun di Medan
  • sudako = (satuan unit armada kota) angkot
  • sukak = suka
  • sukak ati = terserah
  • sukak-sukak ko lah = terserah kau lah
  • sulang = suap
  • sulo = muslihat
  • sum = patungan, kumpul uang/ duit
  • sunge = sungai
  • supir tembak = supir cabutan/ comotan
  • supir raon = supir sewaan
  • supir serep = supir cadangan

 

 

T

  • tabik = salam, selamat
  • tabok = tampar, tempeleng
  • tadak = tidak ada
  • taik ayam=lantana,nm.tanaman yg baunya tdk sedap
  • tai lincung = tahi ayam
  • tai minyak = banyak omong, banyak cerita bohong
  • takda = tidak ada
  • takdak = tidak ada
  • takmo = tidak mau
  • takojut = terkejut, kaget
  • tak studen = tak terpelajar
  • tamba = tambah
  • tambi = adik (panggilan kepada keturunan India/ Tamil)
  • tambo = tambah
  • tambul = camilan (makanan kecil) untuk “teman” minuman keras
  • tampa = alat untuk mengayak beras
  • tampel = tepis
  • tampi = alat untuk mengayak beras
  • tampias = percikan
  • tamtam buku = permainan berbaris memasuki pintu gerbang dua orang sekaligus tukang undi (sut)
  • tancap = tusuk, pisau, sikat, hantam
  • tanda = tanda/ kenal
  • tandang = mendatangi cewek, ngapel
  • tanduk = peras, todong
  • tanggok = jaring (jala kecil), tangkap
  • tanlimper = tancho lima perak (tancho lima rupiah)
  • taon = tahun
  • tapak = sepatu, alas kaki
  • tapus = tak berguna
  • tarek = tarik
  • tardul = tar dulu (sebentar dulu)
  • tarhil = ?
  • tarla = tar la (sebentar lah)
  • taroan = taruhan
  • tarok = taruh, letak
  • tarpan = tarek panjang (adu kebut-kebutan)
  • tartig = tarik tiga, naik sepeda motor sambil bonceng tiga (orang)
  • tarkit = tar sikit (sebentar sedikit)
  • tarkol = onani
  • tarsik = tarik sikit (hirup sedikit)
  • tarutung = durian
  • tauco = makanan khas Medan
  • taun = tahun
  • taw = tau, tahu
  • tebahak = tertawa terbahak-bahak
  • tebante = terbantai, tak berdaya
  • tebirit-birit = lari ketakutan
  • tebuntang = terjatuh
  • teburai = berceceran, berantakan, berhamburan
  • tecampak = terlempar
  • tecucuk = tertusuk
  • teduduk = terduduk, mati kutu
  • teduduk anjing = menunggu sampai bosan
  • teh manis dingin = es teh manis, es teh
  • tejungkang = terjatuh
  • tek = tahi
  • tekab = intel
  • tekangkang = terkangkang
  • tekapar = terkapar, tergeletak
  • tekejut = terkejut, kaget
  • tekejut badan = (sangat) kaget
  • tekek = ketok, jitak
  • tekek = tekab, intel
  • tekekeh = terbahak-bahak
  • teken = tanda tangan
  • tekincit = hampir keluar tahinya
  • teklek = intel polisi, tekab, tangkap
  • tekengkeng = terkangkang
  • tekikis = terkikis
  • tekongan = belokan, tikungan
  • tektekan = patungan, bersama-sama mengumpulkan uang/duit
  • tekulai = terkulai, terkapar
  • tekule = terkulai, terkapar
  • telampo = terlalu
  • telap = sambar, copet
  • telelap = terlelap, terpejam, tertidur
  • teleng = posisi kepala suka miring2, kepala yg tidak bisa tegak
  • teler = mabuk, kuping bernanah, kelelahan
  • tempa = buat, bikin
  • tempeleng = tampar
  • tenggak = minum
  • tenggek = hinggap, nangkring/nongkrong
  • tenggen = mabuk
  • tengik=bau jelanta yg tdk enak,Gaya/tingkah laku yg tdak enak dipandang
  • tengki = tangki
  • tengku = gelar bagi masyarakat Melayu/ (sebagai panggilan kepada keturunan Aceh)
  • tengok = lihat
  • tenteng = membawa sesuatu dengan cara digenggam atau dipegang
  • tepakek = terpakai
  • tepaku = terdiam tidak bergerak, terpana, terpesona
  • tepancut = muncrat
  • tepar = tidur, tegeletak (berasal dari kata: “teler parah”)
  • tepejam = terpejam
  • tepek = tumpuk
  • tepekong = kuil budha
  • tepencet = terpencet
  • tepenyet = tidak sengaja dibuat gepeng
  • tepesona = terpesona
  • tepuruk = terpuruk
  • teplekok = keseleo
  • tepijit = terpijit, terpencet
  • tepicik = terpencet, tertekan
  • tepicing = mata hampir tertutup/ menyipitkan mata
  • tepicit = terpencet/ tidak sengaja tertekan
  • tepos = pantat lepes
  • tepuk = tepuk/ pukul
  • ter = aspal
  • tere = mencoba (berasal dari bhs. Inggris: “try”)
  • terge = tegur, perhatikan, hirau
  • terompa = selop/ sandal dari kayu
  • teronggok = tertumpuk
  • teruk = sial
  • teserak = terpencar
  • tesin = semacam judi tebak gambar dan angka 
  • tetek = buah dada, payudara
  • teteng = ucapan untuk merendahkan seseorang
  • teuku = gelar bagi masyarakat Aceh
  • tikam = tusuk
  • tilam = kasur
  • tilik = cek/ periksa
  • tilnandem = makian, ucapan kotor
  • timba = gayung
  • timbang = daripada
  • timpa = tindih
  • tiop = tiup
  • tipam = tidur
  • tipi = tv, televisi
  • tipis pergaulan = tidak setia kawan, tidak ada toleransi
  • tit = ganja
  • titi = jembatan
  • titi gantung = salah satu tempat bersejarah di Medan
  • titun = tidur
  • to = tau
  • toba = salah satu rumpun suku Batak
  • togel = toto gelap, judi kupon terselubung
  • to ko = tau kau
  • tok = murni, tanpa campuran
  • toko klontong = toko yang berjualan bermacam-macam dagangan
  • tokok = ketok, jitak
  • ton = ton, ribu
  • ton = tahun
  • to nggak = tau nggak
  • tong = drum, gentong
  • tongat = panggilan kepada anak laki-laki (berasal dari bhs. Batak Karo)
  • tonggok = taruh, letak, hinggap
  • tonya = tau nya
  • top=hebat
  • topar = tampar
  • topcer = ampuh, manjur
  • tortop = tortup (istilah dalam dalam permainan guli/gundu/kelereng – yg masuk ke dalam lobang berarti game dan menang)
  • tosa = tidak usah
  • totong = kelamin pria
  • trampul = tercampak, terlempar
  • tre = coba, tes (berasal dari bhs. Inggris: “try”)
  • trik en de trok = siasat, strategi (istilah “pelesetan” yg berasal dari bhs. Inggris: “tricks of the trades”)
  • trobos = terobos
  • tros=terus
  • truf = permainan kartu menggunakan kartu joker
  • tu = itu
  • tuak = minuman keras khas Medan
  • tubang = tua bangka
  • tubruk = tabrak
  • tukang men cewek= gonta ganti pacar
  • tumbang = roboh, jatuh
  • tumbuk = tinju, pukul, straight punch
  • tumpur = bangkrut
  • tuncit = panggilan merendahkan kepada orang lain
  • tunggang-langgang = lari tak tentu arah
  • tungkik = kuping bernanah, tuli
  • tunjang = tendang
  • tunut = panggilan merendahkan kepada orang lain
  • tusot = permainan dari kayu dan menggunakan stick sebagai pendorong
  • tuwo = sejenis permainan dengan menggunakan uang logam lima rupiah

 

U

  • ubi = singkong
  • ubi tumbuk = sayuran khas Medan
  • ucok = panggilan untuk anak laki-laki (berasal dari bhs. Batak Toba)
  • udah = sudah
  • ujan = hujan
  • ulah = gara-gara, perbuatan, perkara
  • ulok = cerita bohong
  • umbang = bujuk, puji
  • utak = otak
  • uwak = paman, sdra/i tua dari ayah/ibu
  • ujang = sebutan kpd anak lelaki

 

V

  • voli = volley

 

W

  • wadam = banci, bencong
  • wak = paman, sdra/i tua dari ayah/ibu
  • walak = lawak
  • walak-walak = lawak-lawak
  • wang = uang, duit
  • wayar = kabel (berasal dari bhs. Inggris “wire”)
  • wayer = kabel (berasal dari bhs. Inggris “wire”)
  • wek = cewek (k benda) =sebutan kpd perempuan
  • wek = mengejek (k kerja), meleceh
  • woi = hai (sapaan akrab)

 

X

  • x-dua = film semi porno
  • x-tiga = film porno, blue film

 

Y

  • yeye = celana model kuno tahun 70-an
  • yo = ya
  • yoyo = mainan bola kayu dengan tali

 

Z

  • zorse = zorok sekali, jorok sekali

 

—————————————————————————————————————–

* Catatan : Apabila ada kata yang tidak terdapat di dalam kamus di atas, berarti kata tersebut memiliki arti yang sama dengan bahasa Indonesia.

—————————————————————————————————————–

 

Contoh cakap Medan dan istilah2 :

- mana to to ana tu = aku tidak perduli, emang gue pikirin

- sukak-sukak ku lah = sesuka ku lah, terserah aku lah

- diam-diam makan dalam = perilaku yang tidak disangka-sangka

- diam-diam ilang jemuran = terlihat baik ternyata maling

- silap mata uang melayang = lengah sedikit uang bisa hilang

- cak ko sorongkan sama dia =  coba kau serahkan kepadanya

- banyak kali stan nya = kebanyakan gaya

- kedan cantik = kawan akrab, kawan yang menyenangkan

- kaki busuk = informan, pengadu

- tipis pergaulan = tidak baik dalam pergaulan

- anak mamak = anak manja/ anak kesayangan ibu

- anak maen = anak gaul, anak jalanan (biasanya ditandai dengan ciri-ciri rambut agak gondrong, tukang ngebut, motor “dipermak” habis)

- timbang ko tada = daripada kau tidak ada

- maenko = giliran kau

- anak bauk telor kau = anak ingusan

- ada wang tidor di paret = ungkapan untuk orang tamil yang suka mabuk

- awak ini apala = ungkapan menyatakan bahwa saya ini orang biasa2 saja

- limper dibelah kampak = tidak punya uang sama sekali

- bunting sampeng = ungkapan makian kepada orang lain

- anggar jago = pamer kejagoan, pamer kehebatan

—————————————————————————————————————–

* kalau ada yang mau edit dan menambahkan perbendaharaan kata di kamus ini silahkan yaa *

———————————————————————————————–

 

Kamus ini dirilis dari Group IAI. KKAM Image

MENELADANI KEPEMIMPINAN BAPAK PANDU SEDUNIA

(REFLEKSI HARI LAHIR BAPAK PANDU SEDUNIA BADEN POWELL 22 FEBRUARI 1857)

 

Sejarah kepanduan nasional atau lebih dikenal dengan Gerakan Pramuka tidak lepas dari sosok Lord Robert Stevenson Smyth Baden Powel of Gilwell yang merupakan penggagas gerakan kepanduan dunia. Baden Powell dilahirkan di London 22 Februari 1857 adalah seorang tentara Angkatan Darat Inggris yang memulai karirnya sebagai pasukan Hussars ke 13 di India. Sejak itu Baden Powell menunjukkan prestasi yang baik sehingga beberapa wilayah yang pernah menjadi daerah tugas kemiliterannya cukup sukses. Seperti di daerah Afganistan, di wilayah Zulu, Afrika Selatan dan pedalaman Ashanti, bagian negara Ghana, Afrika. Dari pengalaman itu Baden Powell menerbitkan sebuah buku berjudul “Aids To Scouting”. Buku tersebut merupakan kumpulan cerita pengalamannya selama menjalankan tugas sebagai tentara dengan tujuan memberikan petunjuk kepada tentara muda Inggris agar dapat melakukan tugas penyelidikan (investigasi kemiliteran) dengan baik.

 

Mr. William Smyth seorang pemimpin Boys Brigade (tentara muda) di Inggris menilai buku yang ditulis Baden Powell sangat menarik. Ia kemudian meminta agar Baden Powell bersedia melatih anggotanya. Ketika itu Baden Powell pun langsung menerima tawaran Mr. William Smyth. Dua puluh satu pemuda dikumpulkan dari kesatuan Boys Brigade yang berada diberbagai wilayah di Inggris untuk melakukan perkemahan dalam rangka pelatihan di Pulau Brown Sea yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juli – 02 Agustus 1907. Perkemahan di Pulau Brown Sea tersebut menjadi cikal bakal kepanduan dunia dan menjadi kegiatan kepanduan pertama di dunia dalam catatan sejarah.

 

Di tahun berikutnya Baden Powell berupaya menyebarluaskan organisasi kepanduan ke seluruh dunia dengan cara menerbitkan buku berjudul “Scouting For Boys”. Melalui buku tersebut organisasi kepanduan mulai menyebar dan diterima dengan baik di beberapa negara dunia dibuktikan dengan didirikannya organisasi kepanduan di negara tersebut. Hingga pada puncaknya organisasi kepanduan telah menyebar ke seluruh dunia dengan berbagai tingkatan, yakin CUB yang diartikan sebagai “Anak Srigala” setara dengan golongan siaga (7-10 tahun), Scout Boys setara dengan golongan penggalang (11-15 tahun), Rovers Scout setara dengan golongan Penegak (16-20 tahun) Gerakan Pramuka serta mendirikan pula Girl Guides yang merupakan organisasi kepanduan putri dunia.

 

Penyebaran organisasi kepanduan di seluruh dunia cukup cepat. Di Indonesia, organisasi kepanduan diperkenalkan oleh Bangsa Belanda pada tahun 1912. Organisasi kepanduan bentukan negara Belanda tersebut bernama “Nederland-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV)” yang sebelumnya bernama “Nederlandse Padvinders Organisatie (NPO)”. Sementara organisasi kepanduan pertama yang dibentuk oleh bangsa Indonesia adalah “Javanese Padvinders Organisatie (JPO) atas prakarsa S.P Mangkunegara VII pada tahun 1916.

 

Organisasi kepanduan begitu diterima dengan baik oleh bangsa Indonesia karena mengedepankan nilai-nilai pergerakan nasional, persatuan dan kesatuan serta patriotisme. Hal tersebut menjadi dasar menjamurnya organisasi kepanduan nasional baik bernafas kebangsaan maupun agama, sehingga mendorong Presiden Soekarno pada saat itu untuk melebur organisasi kepanduan menjadi Gerakan Pramuka akibat dikhawatirkan terjadinya pergolakan politik nasional.

 

Kepemimpinan Baden Powell

Dalam AD/ART serta Undang-undang No 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka,  peran Gerakan Pramuka dituntut memberikan hasil nyata secara konkret sebagai organisasi yang berorientasi dalam mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial dan fisiknya untuk menjadikan generasi muda Indonesia lebih baik. Pemuda bangsa sedapat mungkin disulap menjadi seorang pemimpin yang diharapkan kelak menjadi pioner masa depan bangsa.

 

Istilah “scout today leader tomorrow” yang sering didengungkan dalam Gerakan Pramuka bukan hanya menjadi ungkapan seremoni, namun memiliki roh akan sebuah cita-cita untuk membentuk manusia-manusia yang mampu memimpin. Seperti yang telah dilakukan oleh Baden Powell di masa perang boer ketika berhasil mengalahkan Kerajaan Zulu dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu dan pengalaman Baden Powell terkepung bangsa Boer di Kota Mafeking selama 127 hari dalam kondisi kekurangan makanan.

 

Kepemimpinan seperti yang dicontohkan Baden Powell menjadi suatu barang mahal untuk diimplementasikan di tengah globalisasi saat ini. Pun Gerakan Pramuka telah menyadari hal tersebut. Kader Gerakan Pramuka di seluruh nusantara mengalami krisis kepemimpinan yang paling subtansi yakni kepemimpinan akan diri sendiri (Self Leadershif) dalam menghalau arus deras globalisasi dan permasalahan pemuda saat ini, seperti seks bebas, narkoba, tawuran dan perilaku amoral lainnnya.

 

Melihat fenomena tersebut tidak salah jika program revitalisasi Gerakan Pramuka pun digelorakan sebagai upaya membenahi sistem pengaderan Gerakan Pramuka yang memiliki cita-cita luhur dalam membentuk kepribadian bangsa yang kokoh. Fenomena ini telah digambarkan dengan jelas oleh Baden Powell bahwa seorang pemuda memiliki labilitas yang cukup tinggi sehingga perlu dibentengi dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat (Yang dimaksud Baden Powell adalah Kegiatan Kepanduan.)

 

Buku Rovering To Success karangan Baden Powell yang terbit pada tahun 1922 dengan gamblang “memperingatkan” pemuda (pramuka penegak) dalam mencapai kehidupan yang bahagia harus berhasil mengalahkan karang-karang berbahaya. Karang yang dimaksud Baden Powell yakni, 1. Karang perjudian; 2. Karang wanita;. 3. Karang mementingkan diri sendiri; 4. Karang mengorbankan orang lain (munafik); 5. Karang tak bertuhan (atheis)

 

Pengendalian karang tersebut adalah salah satu kunci keberhasilan kepemimpinan Baden Powell yang sepatutnya menjadi teladan bagi setiap anggota pramuka dan masyarakat. Sikap yang ditunjukkan menjadi contoh untuk ditiru mulai dari perilaku, tuturkata dan prestasi, sehingga pramuka kemudian dapat menjawab tantangan kehidupan yang penuh dinamika dalam mewujudkan cita-cita Baden Powel dan Gerakan Pramuka.

 

Seorang pemerhati Gerakan Pramuka Sulsel mengatakan bahwa Prestasi tertinggi dan paling utama di dalam Gerakan Pramuka adalah ketika karakter orang dewasa (Pramuka) dan karakter peserta didik (Pramuka) berubah dari yang tidak baik menjadi lebih baik  (imperatacylindrica, 2012). Semoga Bapak Pandu sedunia dapat menjadi teladan yang baik.  Happy Baden Powell Days!

 

Penulis : Ardiansyah JasmanImage

Ditulis Di Makassar 22 Februari 2012 pukul 00.30

*Penulis Adalah Mahasiswa Psikologi UNM, Anggota UKM Pramuka UNM