Kupas tentang SKK dan TKK Pramuka

Sistem Tanda Kecakapan Pramuka merupakan salah satu penerapan sistem dari metode pendidikan kepramukaan yang bertujuan untuk memberikan pendidikan watak kepada peserta didik melalui kegiatan kepramukaan yang menarik, menyenangkan dan menantang yang disesuaikan dengan kondisi, situasi, dan kegiatan peserta didik. Metode pendidikan kepramukaan ini menjadi metode ciri khas pendidikan dalam Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka menggunakan Sistem Tanda Kecakapan Pramuka yang meliputi :

1) Syarat Kecakapan Umum

2) Syarat Kecakapan Khusus

3) Syarat Pramuka Garuda

SKU, SKK, dan SPG merupakan alat/materi kegiatan pokok dalam proses pendidikan kepramukaan, yang dilaksanakan oleh peserta didik dalam upaya untuk meningkatkan mutu pengetahuan, keterampilan dan adanya perubahan sikap laku peserta didik yang lebih baik.

Selanjutnya dalam rubrik ini akan membahas tentang  SKK ( Syarat Kecakapan Khusus dan TKK ( Tanda Kecakapan Khusus ).

Syarat Kecapakap Khusus ( SKK ) adalah syarat yang wajib dipenuhi oleh seorang pramuka untuk memperoleh Tanda Kecakapan Khusus ( TKK ). Sedangkan Tanda Kecakapan Khusus ( TKK ) adalah suatu tanda yang menunjukan ,kecakapan,  kepandaian, kemahiran, ketangkasan, dan ketrampilan seorang anggota Pramuka dibidang tertentu.

Perlu dipahami bahwa di dalam Gerakan Pramuka :

Penyelenggaraan SKK maupun Tanda gambar untuk TKK diatur berdasarkan  Surat Keputusan yang dikeluarkan Kwartir Nasional  yakni :

  1. SK Kwarnas  Nomor 132 Tahun 1979
  2. SK Kwarnas  Nomor 016 Tahun 1980
  3. SK Kwarnas  Nomor 030 Tahun 1981
  4. SK Kwarnas  pada Seluruh Satuan Karya ( Saka )

 

SKK  terbagi menjadi  5  Bidang  dengan  5  warna dasar:

  1. Bidang Agama, Mental, Moral, Spiritual, Pembentukan Pribadi dan Watak
  2. Bidang Patriotisme dan Seni Budaya.
  3. Bidang Ketangkasan dan Kesehatan.
  4. Bidang Ketrampilan dan Teknik Pembangunan.
  5. Bidang Sosial, Perikemanusiaan, Gotong-royong, Ketertiban Masyarakat, Perdamaian Dunia dan Lingkungan Hidup.

 

Berikut 5 bidang dengan warna dasar dan gambar Tanda Kecakapan Khusus:

 ImageImageImageImageImage

 

SKK terbagi menjadi 3 tingkatan :

  1. Golongan Siaga : satu Tingkat.
  2. Golongan Penggalang : Madya, Purwa dan Utama.
  3. Golongan Penegak/ Pandega: Madya, Purwa dan Utama.

 

Untuk penggalang, penegak dan pandega diharuskan menyelesaikan dahulu pada kecakapan SKK yang terendah yakni tingkat Madya sebelum ke tingkat berikutnya. SKK Madya, Purwa dan Utama memiliki instrument persyaratan yang berbeda dan semakin berbobot sesuai tingkatannya.

           Bentuk Bingkai dan ukuran TKK adalah sebagai berikut :      

 Image

Penggunaan dan pemasangan Tanda Kecakapan Khusus ( TKK ).

  1. Peserta didik yang telah berhasil menyelesaikan SKK mendapatkan tanda kecakapan ( TKK ).
  2. Apabila peserta didik telah menyelesaikan SKK tingkat purwa maka TKK tingkat madya yang disematkan terdahulu (Bentuk bingkai Lingkaran ) diganti dengan TKK tingkat purwa ( bentuk bingkai persegi empat  ), demikian pula apabila telah mencapai SKK tingkat Utama, TKK tingkat purwa akan digantikan dengan TKK yang tingkat Utama. Kesemuanya masih dalam satu macam SKK ( Syarat Kecakapan Umum )Dengan demikian TKK yang dipergunakan adalah TKK yang memiliki tingkat tertinggi.

Contoh misal seorang Pramuka Penggalang telah menyelesaikan SKK berkemah dimulai dari awal tingkat Purwa – Madya dan ke Utama maka perubahan bentuk bingkai TKK seperti dibawah ini :

 Image

Pemasangan tanda gambar atau TKK : 

TKK dipasang pada lengan kanan pakaian seragam pramuka, dengan cara penempatan gambar TKK, yaitu :

  1. Melintang, dua jari dibawah lambang Kwartir Daerah/diatas jahitan bawah lengan, atau
  2. Melingkari lambang Kwartir Daerah pada posisi kanan, kiri atau bawah lambang daerah dan diatur sedemikian rupa/ simetris agar nampak rapi. Jumlah maksimal yang dipasang pada lengan baju adalah 5 macam TKK.

Berikut pemasangan pada lengan kanan pada pakaian seragam pramuka.

  1. Peserta didik yang telah memiliki lebih dari 5 macam TKK maka selebihnya dapat menggunakan/ dipasang pada Tetampan/ selempang.
  2. Penggunaan Tetampan/ Selempang.

Tetampan/ selempang merupakan alat kelengkapan seragam pramuka yang dipergunakan untuk memasang TKK. Tetampan/ Selempang terbuat dari kain yang berwarna dasar coklat tua, memiliki lebar 10 cm dan panjang menyesuaikan pengguna.( tinggi badan ) serta pada kedua pinggir kain diberi pita zig-zag dengan warna :

Siaga : Berwarna hijau.

Penggalang : Berwarna merah

Penegak/ Pandega : Berwarna Kuning.

Berikut contoh Tetampan/ selempang untuk masing-masing golongan :

ImageImageImage

 

  1. Tetampan/ selempang, dikenakan pada seragam pramuka menyilang pada bahu lengan kanan atas ke kiri bawah dan dapat dipakai pada acara khusus/ tertentu misal pada Upacara besar, Upacara pelantikan dll., sedangkan pada kegiatan yang bersifat rutin tidak perlu dikenakan.

 Image

Untuk tata cara menguji kecakapan peserta didik dalam menyelesaikan SKK telah diatur tersendiri dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional : Nomor : 273 Tahun 1993 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Cara Menilai Kecakapan Pramuka.

Sumber : pramukanet.org

Penulis : Kak Gunawan Surendro

Prinsip Pembinaan Pramuka Penegak

Sebagai suatu gerakan, semua anggota Gerakan Pramuka semua turut berperan, turut bergerak aktif menjadi pemain dan tidak ada yang menjadi penonton. Di sisi lain sebagai Gerakan Pendidikan, kesemuanya harus mengandung unsur-unsur pendidikan dan tidak melanggar norma-norma pendidikan. Berbagai ketentuan yang diciptakan maupun segala kegiatan yang dilakukan adalah untuk mendidik anggotannya. Setiap kegiatan mempunyai maksud dan nilai-nilainya sendiri yang sering tidak dimengerti orang luar.

Membina berarti memberi arah dan bimbingan, yang dilakukan oleh Pembina secara terus menerus. Pembinaan merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu. Kesemuanya diusahakan ditanamkan melalui latihan-latihan, sehingga kesemuanya tumbuh dari dalam, tidak dari luar dipaksakan. Sesuatu dilakukan karena memang harus dilakukan dan sudah menjadi kebiasaan.

Latihan-latihan yang dilakukan pada hakekatnya dapat dibagi ke dalam empat golongan, yaitu :

1. Karakter

Watak atau karakter adalah sesuatu yang penting, baik untuk bangsa maupun warga negaranya sebagai individu. Karakter ini akan menentukan jalan hidup seseorang. Bibitnya sudah ada dan tinggi ditumbuhkembangkan. Seorang sarjana pernah mengatakan, “When wealth is lost, nothing is lost. When character is lost, everything is lost.” (Jika kekayaan hilang, tidak ada yang hilang. Jika kesehatan hilang, sesuatu terasa hilang. Jika karakter hilang, segalanya pun hilang dan musnah).

 Karakter dilatih melalui Satya dan Darma Pramuka, sistem beregu, tanggungjawab pemimpin, permainan bersama yang dilakukan dengan jujur, berkemah dan sebagainya.

2. Kesehatan dan Kekuatan

Nilai suatu kesehatan yang baik dan kekuatan jasmaniah untuk menikmati hidup adalah tak ternilai. Kita tidak dapat sejahtera bila tidak sehat. Kegiatan di alam bermain di luar, pengembaraan atau hiking akan membuat seseorang sehat dan kuat secara alami dan tidak secara artificial.

 3. Keterampilan dan Kecerdasan

Banyak material pada waktu ini yang terbuang karena pekerjaan yang tidak efisien, disebabkan kurang keterampilan dan kecakapan. Keterampilan dan kecakapan atau kecerdasan ini membuat seseorang akan lebih berguna dalam berbakti kepada sesama. Kegiatan di luar seperti berkemah, pionering, membuat jembatan adalah langkah-langkah untuk membekali diri supaya dapat berguna bagi sesama. Tanda Kecakapan Khusus merupakan usaha untuk merangsang potensi yang terpendam sehingga tersalurkan ke dalam hobi atau keterampilan.

4. Berbakti kepada sesama

Bila kita telah menjadi warga negara yang sehat dan bahagia dengan tujuan menjadi seorang individu yang baik, maka ia adalah egoistis. Pembentukan karakter, peningkatan kesehatan dan kekuatan adalah untuk membekali diri agar dapat berbakti kepada sesama. Tujuan kepramukaan adalah untuk meningkatkan standar dari warga negara kita di masa datang, terutama dalam karakter dan kesehatan, untuk menggantikan AKU menjadi BAKTI (The aim of Scouting is to improve the standard of our future citizenhood, aspecialy in character and healt to replace self by service). Jangan dilupakan bahwa proses pendidikan ini harus dilakukan dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.

Hal ini merupakan ciri yang esensial, jika tidak ada, maka gerakan ini bukanlah gerakan pendidikan kepramukaan atau kepanduan, walaupun anggota-anggotanya berseragam, memakai tanda pangkat atau kecakapan serta melakukan kegiatan-kegiatan seperti Pramuka.

Pemuda usia Penegak (16-20 tahun) adalah merupakan masa pemuda yang masih berkembang, emosi mudah berubah dan sanggat dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya. Masa ini merupakan masa mencari identitas diri dengan meniru sikap dan tingkah laku seseorang yang dikaguminya. Ia membutuhkan seseorang yang dapat dipercaya untuk mencurahkan perasaan dan pikiran serta memperoleh keyakinan akan keputusan yang diambilnya.

Usia Pandega (21-25 tahun) sudah harus dipandang sebagai orang dewasa muda. Masa yang telah mengarah pada kematangan dan kemantapan berpikir, sikap serta tindakan yang realistis, kritis dan analistis. Masa yang terpengaruh jiwa pertualang (adventurir) dan keinginan untuk merobak hal-hal yang dinilainya tidak sesuai lagi. Usia ini membutuhkan dukungan yang membesarkan semangat serta menghendaki kejelasan dan keterbukaan dalam segala hal. Usia yang mengarah pada pemikiran mengenai status dalam masyarakat dan ketetapan dalam cita-citanya.

Memperhatikan hal tersebut, jelaslah bahwa masa Pramuka Penegak adalah masa yang labil, sedang masa Pramuka Pandega adalah masa menuju kemantapan. Pengaruh lingkungan sangat besar, mempengaruhi baik buruk dirinya.

Usia tersebut adalah masa seseorang ingin menunjukan kedewasaan dirinya. Oleh karena itu mereka diberi keleluasaan bergerak sendiri. Mereka merencanakan dan melaksanakan aktivitasnya sendiri sehingga merasakan salah benarnya untuk mengetahui jalan mana yang seharusnya ditempuh. Pembina lebih berperan sebagai pendamping, yang menempati posisi lebih sukar. Di satu pihak ia harus mengusahakan agar peserta didik agar para peserta didiknya dapat berkembang maju atas upayanya sendiri dan dilain pihak ia harus ingat bahwa ia bertanggungjawab untuk tercapainya tujuan Gerakan Pramuka sebagi suatu gerakan pendidikan, yang mempunyai aturan main yang khas.

Image

 

(Dari berbagai sumber, digunakan untuk kepentingan pembekalan materi di lingkungan internal Gudep Medan 15273-15274)

Sejarah Pramuka Smandu

SMANDUSCOUT :

Pendirian dan Perkembangan Gudep 15273-15274 SMA Negeri 2 Medan

(dikompilasi oleh : Kak Yuli)

 

Gudep Medan 15273-15274 adalah Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di SMA Negeri 2 Medan. Gudep ini adalah Gugusdepan di Medan yang pertama kali didirikan dengan basis sekolah menengah atas. Sebagaimana tercatat dalam Buku Induk Gugusdepan di Kwartir Cabang Medan, Gudep ini dilantik pada tanggal 23 April 1978. Oleh karena basisnya adalah SMA, maka fokus pembinaan Gudep sejak berdiri hingga sekarang hanya pada Golongan Penegak atau selama peserta didik (pesdik) masih berstatus sebagai siswa SMA.

 

Dalam perjalanannya, Gudep mengalami beberapa fase :

  1. Tahun 1978 – 1987 : Masa awal berdirinya Gudep, kegiatan pramuka di sekolah belum begitu populer. Sedikit alumni yang tercatat pada fase ini.
  2. Tahun 1987 – 1996 : Masa kejayaan dan bangkitnya pramuka SMA Negeri 2 Medan, dapat diukur dengan banyaknya anggota, sarat prestasi dan aktif baik di dalam maupun di luar gudep. Beberapa event nasional/internasional yang pernah diikuti antara lain :
    • Perkemahan Wirakarya Nasional tahun 1991 di Probolinggo, Jawa Tengah.
    • Raimuna Nasional VI tahun 1992 di Cibubur, Jakarta.
    • The 1st World COMDECA tahun 1993 di Lebakharjo, Malang, Jawa Timur.
    • Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara tahun 1994 di Sibolangit, Sumatera Utara.
  3. Tahun 1996 – 2008 : Masa vakum pramuka SMA Negeri 2 Medan diawali akibat terjadinya konflik dalam hubungan MABIGUS-PEMBINA-SEKOLAH, hingga semakin parah akibat reformasi sosial politik nasional 1998 yang secara drastis mengubah minat dan kepedulian kaum muda terhadap aktifitas kepramukaan yang dianggap penuh doktrin dan tidak sesuai perkembangan zaman. Ada beberapa siswa yang masih menyatakan diri sebagai anggota Pramuka, namun tidak ada pengorganisasian yang jelas dari sekolah.
  4. Tahun 2008 – 2010 : Beberapa siswa mulai mempertanyakan kembali keberadaan pramuka di SMA Negeri 2 Medan dan secara mandiri memulai kembali aktifitas kepramukaan di SMA Negeri 2 Medan. Hal ini didukung pula oleh Kepala Sekolah hingga Pramuka kembali diakui sebagai salah satu organisasi ekstrakurikuler di lingkungan SMA Negeri 2 Medan. Banyak pembenahan yang harus dilakukan untuk membangun kembali sisa-sisa kejayaan Gudep. Pada fase ini, Gudep kembali dikukuhkan/dilantik untuk yang ke-2 kalinya (yakni pada tanggal 26 Maret 2011) sebagai Gudep resmi di lingkungan Kwarcab Medan.
  5. Tahun 2010 – sekarang : Masa kebangkitan kembali pramuka SMA Negeri 2 Medan dengan berbagai strategi pembenahan yang dilakukan Pembina. Kini Gudep 15273-15274 kembali berkiprah dalam berbagai kegiatan kepramukaan. Tercatat beberapa kegiatan di luar Gudep yang diikuti :
    • One Land Scout Jamboree tahun 2010 di Kelantan, Malaysia.
    • 12th Malaysian Jamboree and Terengganu International Scout Jamboree tahun 2011 di Kuala Terengganu, Malaysia.
    • Kemah Pemuda se-Kota Medan tahun 2011 di Medan.
    • Raimuna Ranting Medan Polonia tahun 2011 di Medan.
    • Raimuna Cabang Medan tahun 2012 di Medan.
    • Raimuna Daerah tahun 2012 di Sibolangit, Sumatera Utara.
    • Perkemahan Pramuka Putri Tingkat Nasional Tahun 2012 di Sungai Gelam, Jambi.

Kepedulian sekolah terhadap pramuka juga berbeda-beda setiap tahunnya. Ada Kepala Sekolah yang peduli tapi banyak pula yang biasa-biasa saja. Sebagaimana lazimnya berlaku di Gudep berbasis sekolah, maka Kepala Sekolah otomatis akan diangkat menjadi Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus) tanpa mempertimbangkan minat dan kepeduliannya. Rumusan inilah yang dirombak total pada tahun 1994-1996. Sejarah Gudep mencatat terpilihnya tokoh dari luar sekolah sebagai Kamabigus, yakni Kak (Alm.) DR. H. Mustafa Majnu, M.Sc. atas pertimbangan bahwa pramuka akan lebih maju di bawah kepemimpinan beliau.

Unsur yang tidak kalah pentingnya adalah keberadaan sosok PEMBINA. Gudep sangat beruntung karena dari seluruh rangkaian kepemimpinan MABIGUS yang berganti-ganti dari masa ke masa, sejarah Gudep mencatat keteguhan dan kesabaran seorang Guru Agama Islam di SMA Negeri 2 Medan sebagai Pembina Pramuka, yakni Kak Drs. H. Muhammad Nasib Selmi. Berikut ini nama-nama guru yang pernah tercatat sebagai Pembina, Pembantu Pembina, dan anggota Mabigus Gudep 273-274 SMA Negeri 2 Medan :

  1. Kak Drs. H. Sumal DS (Almarhum)
  2. Kak H. Abdul Halim Daulay, SE (Almarhum)
  3. Kak DR. H. Mustafa Majnu, M.Sc (Almarhum)
  4. Kak Jonni Zainuddin (sekarang masih mengajar di SMA Negeri 2 Medan)
  5. Kak Dra. Dahlia Harahap (sekarang purna bakti Guru SMA Negeri 2 Medan)
  6. Kak Dra. Hj. Rebecca Girsang (sekarang Kepala SMA Negeri 1 Medan)

Sesuai dengan pengelompokan pesdik di sekolah, maka saat ini Gudep masih melakukan pembinaan terhadap pesdik yang berada di kelas X, XI, dan XII, yaitu :

  1. Angkatan 38, yaitu pesdik yang bersekolah di SMA Negeri 2 Medan tahun masuk 2013.
  2. Angkatan 37, yaitu pesdik yang bersekolah di SMA Negeri 2 Medan tahun masuk 2012.
  3. Angkatan 36, yaitu pesdik yang bersekolah di SMA Negeri 2 Medan tahun masuk 2011.

Di tahun pertama, pesdik akan mengalami masa-masa belajar dan berlatih yang menyenangkan, seru, menantang, kreatif, dan penuh rasa persaudaraan. Di tahun kedua, pesdik mulai diberikan tanggung jawab sebagai Sangga Kerja (yaitu semacam tugas kepanitiaan) dalam setiap kegiatan di Gudep. Di tahun ketiga, pesdik menjadi lebih mandiri dan siap diberikan tanggungjawab memimpin satuannya, atau biasa disebut sebagai Dewan Ambalan. Demikian regenerasi Gudep terjadi dari tahun ke tahun.

KINI Pramuka SMA Negeri 2 Medan telah terorganisir dengan baik di bawah pengelolaan Mabigus/Pembina dan dukungan penuh (moril/materil) dari para alumni Pramuka (PURNA BAKTI AMBALAN) dari seluruh Angkatan yang rata-rata telah mencapai sukses dalam karir dan kehidupannya. Berikut ini susunan Kepengurusan Gudep berdasarkan Musyawarah Gugusdepan 15273-15274 pada tanggal 26 April 2012 yang lalu :

Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris
Ketua Harian
Anggota
 
 
 
Pembina Putra
Pembantu Pembina Putra
 
 
Pembina Putri
Pembantu Pembina Putri
: Drs. M. Abdu Siregar (Kepala SMA Negeri 2 Medan)
: Jonni Zainuddin (Guru Senior SMA Negeri 2 Medan)
: Yulia Indawardhani, SS, MSP (Alumni 1993)
: Drs. H. M. Nasib Selmi (Guru Purna Bakti SMA Negeri 2 Medan)
: 1. Drs. Kasiman Berutu (Alumni 1991)
  2. Sulaiman Ginting, SP, M.E (Alumni 1992)
  3. Fauzi Chairul F, SH, M.Hum (Alumni 1993)
 
: Drs. Suprianto (Guru SMA Negeri 2 Medan)
: Ardi Kurniadi Harahap, ST (Alumni 1993)
  Awaluddin Nasution (Alumni 1993)
 
: Dra. Lin Rismawati (Guru SMA Negeri 2 Medan)
: Evarianta Ginting, S.Sos (Alumni 1991)
  Ririen Tiurma Riana Hutapea, A.Ks (Alumni 1994)

&&&&&

Istilah Pramuka dalam Bahasa Inggris

Golongan Usia
Siaga Putra Cub
Siaga Putri Brownie
Penggalang Putra Boy Scout
Penggalang Putri Girl Scout / Girl Guide
Penegak Putra Rover
Penegak Putri Ranger
Pandega Putra Senior Rover
Pandega Putri Senior Ranger

Satuan
Barung Six
Perindukan Den / Pack
Regu Patrol
Pasukan Troop
Sangga / Reka Gang
Ambalan Crew
Racana Clan
Tingkatan
Calon Siaga Tenderpad
Siaga Mula 3rd class Cub / Brownie
Siaga Bantu 2nd class Cub / Brownie
Siaga Tata 1st class Cub / Brownie
Siaga Garuda Eagle Cub / Brownie
Calon Penggalang Tenderpad
Penggalang Ramu 3rd class Scout
Penggalang Rakit 2nd class Scout
Penggalang Terap 1st class Scout
Penggalang Garuda Eagle Scout
Kwartir
Kwartir Ranting District Headquarter
Kwartir Cabang Kota Municipality Headquarter
Kwartir Cabang Regency Headquarter
Kwartir Daerah Provincial Headquarter
Kwartir Nasional National Headquarter
Dewan Kerja
Dewan Kerja Ranting District Rover and Ranger Council
Dewan Kerja Cabang Municipal Rover and Ranger Council
Dewan Kerja Daerah Provincial Rover and Ranger Council
Dewan Kerja Nasional National Rover and Ranger Council

APAKAH SAYA SIAP MENJADI SEORANG BANTARA ?

bantaraPENEGAK BANTARA adalah suatu tingkatan bagi Pramuka Penegak yang telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat Bantara.

Golongan Pramuka Penegak yang belum menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Bantara belum dianggap sebagai Pramuka Penegak dan disebut sebagai “Tamu Ambalan”, atau “Tamu Penegak”.

Banyak orang beranggapan bahwa BANTARA itu merupakan singkatan. Tapi sebenarnya itu salah.

Sejarah kata BANTARA berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Pengawal / Adjudan, Pengawal dapat diartikan menjadi 3 hal yaitu :

1. Pengawal Para Pemimpin.

2. Pengawal terhadap pembangunan yang sudah dan sedang dilaksanakan.

3. Pengawal yang bertugas untuk mengawal dan menjaga tegak dan lestarinya Pancasila, Trisatya dan Dasa Darma.

Artinya setelah menjadi Pramuka Penegak BANTARA berarti sudah dan harus siap menjadi seorang pengawal, pengawal yang disebutkan 3 poin diatas.

Sedangkan tanda yang dikenakan dipundak, mempunyai arti sebagai berikut :

  1. Warna Hijau melambangkan Kesuburan dan Kemakmuran berarti Seorang BANTARA harus menjaga   kesuburan dan kemakmuran Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan warna hijau melambangkan diri yang berkembang yang selalu tumbuh untuk mencari tahu banyak hal untuk kemajuan Negara dan dirinya.
  2. Dua tunas melambangkan Keseimbangan dan Satuan Terpisah Pramuka Penegak Putra dan Putri.
  3. Bintang melambangkan seorang penegak bantara harus bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Warna Kuning melambangkan keluhuran dan kejayaan.

MENGAPA DIPASANG DI PUNDAK BUKAN DI LENGAN KANAN/KIRI

Karena seorang Pramuka Penegak BANTARA harus bisa memikul rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugasnya sebagai seorang PRAMUKA yang Sejati.

SYARAT-SYARAT YANG HARUS DIPENUHI

Untuk mencapai tingkat Penegak Bantara, calon Penegak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

-        Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan Penegak.

-        Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.

-        Mengerti dan bersungguh-sungguh mengamalkan Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupannya sehari-hari.

-        Dapat memberi salam Pramuka dan tahu maksud dan penggunannya.

-        Tahu tanda-tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka.

-        Tahu struktur organisasi dan Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.

-        Tahu arti lambang Gerakan Pramuka.

-        Tahu arti Pancasila.

-        Tahu sejarah dan arti kiasan warna-warna bendera kebangsaan Indonesia, serta dapat mengibarkan dan menurunkannya dalam upacara.

-        Dapat dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara.

-        Tahu arti lambang Negara Republik Indonesia.

-        Biasa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan Penegak.

-        Tahu arti dan sejarah Sumpah Pemuda.

-        Tahu perjuangan bangsa Indonesia dan rencana pembangunan Pemerintah.

-        Tahu susunan Pemerintah Republik Indonesia dari Pusat sampai ke Desa.

-        Dapat berbaris.

-        Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungannya.

-        Tahu pentingnya bahan-bahan makanan yang bernilai gizi, dan dapat memasak makanan di perkemahan untuk sedikitnya 5 orang.

-        Tahu tentang penyakit-penyakit rakyat yang terpenting, dan tentang cara-cara pencegahannya.

-        Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang.

-        Tahu adat sopan santun pergaulan Indonesia.

-        Memiliki buku Tabanas.

-        Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperolehnya dari usahanya sendiri.

-        Menguasai suatu keterampilan di bidang pertanian, bidang industri, atau bidang lain yang dipilihnya sendiri, tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupannya.

-        Dapat membaca jam dan menggunakan kompas.

-        Sudah pernah berkemah sekurang-kurangnya 4 hari berturut-turut.

-        Pernah ikut serta kerjabakti gotongroyong yang ditugaskan oleh Pembinanya.

-        Keagamaan (seuai dengan agama masing-masing)

-        Untuk Penegak yang beragama Islam:

  • Dapat mengucap Kalimat Syahadat dan tahu artinya.
  • Mengerti Rukun Iman dan Rukun Islam.
  • Melakukan salat berjama’ah.
  • Tahu riwayat Nabi Muhammad saw.

-        Untuk Penegak yang beragama Katolik:

  • Tahu sakramen Permandian, sakramen Penguatan, sakramen Maha Kudus, sakramen Pengakuan Dosa (Tobat).

-        Untuk Penegak yang beragama Protestan:

  • Dapat dengan hafal menyanyikan 4 nyanyian Kristen.
  • Dapat mengucap doa sederhana pada kesempatan tertentu.
  • Bersedia memimpin kelompok mempelajari Alkitab.
  • Mengetahui sekedar peraturan-peraturan Gereja.

======================================================= (DIKUTIP DARI BERBAGAI SUMBER)

Ujian kenaikan tingkat kecakapan umum Bantara biasanya dilaksanakan pada saat perkemahan. Untuk mendapat pemahaman yang paripurna tentang arti bantara, seorang calon penegak sebaiknya mengikuti proses ujian yang telah dirancang oleh Pembina sehingga calon penegak dapat menemukan makna tersurat dan tersirat dari gelar Penegak Bantara yang akan diraihnya. Selamat berproses…. Temukan sendiri makna BANTARA-mu!!!!

Benderaku

Gelas kristal pasti kalah
Piranti melamin tak menjamin
Houseware aneka rupa cuma sampah
Yang kucari hanya cangkir plastik bergagang…
Agar Merah-Putihku berkibar dengan garang!