Menjadi Pramuka Penegak

Menjadi Pramuka sebenarnya merupakan sebuah proses …. Proses yang dialami Pramuka merupakan rentetan perjalanan bakti dalam upaya menanamkan kepribadian dan watak yang mumpuni sesuai tujuan Gerakan Pramuka. Kita tidak bisa menanamkan sikap dasa darma tanpa proses yang berkesinambungan sejak usia anak – anak (baca SIAGA). Dan pembinaan Gerakan Pramuka berproses secara berkelanjutan bahkan setelah menjadi anggota dewasa. Jika perjalanan bakti menjadi pramuka tersebut diilustrasikan seperti mengadakan ekspedisi menggunakan perahu , maka… – saat Pramuka Siaga naik perahu adalah si Siaga akan duduk ditengah perahu, sedangkan pembina berada di depan dan di belakang perahu mendayung perahu serta mengambil arah tujuan perahu yang akan menuju ke daratan yang mana. Siaga hanya duduk sambil mendengarkan cerita dan arahan dari pembinanya. – saat Pramuka Penggalang, para penggalang berada di tengah perahu ikut aktif memegang dayung dan sesekali diajak berdiskusi dan terlibat dalam menentukan tujuan perahu. Pembina dan pembantu pembina masih ikut serta dalam perahu mendayung, memberikan arahan dan mengangkat semangat para penggalang untuk mencapai tujuan. – Sedangkan saat Pramuka Penegak, didalam perahu hanyalah para pramuka penegak saja yang dipimpin oleh pemimpin pilihan mereka sendiri. Mereka dituntut untuk bisa mendayung dengan baik, menentukan arah daratan mana yang akan dituju dan menghindari beragam “karang” dan halangan di perjalanan. Pembina akan mengawasi di tepi pantai, dan akan terus mendampingi saat pramuka penegak membutuhkan bantuan…

….. Penegak…
Kayuhlah kolek mu sendiri
Awas karang-karang dijalan…. ………
(Kutipan salah satu lagu pramuka lama)
PADDLE YOUR OWN CANOE
For a man ’tis absurd to be one of a herd,
Needing otheis to pull him through;
If he’s got the right grit he will do his own bit And paddle his own canoe.
He’ll look without dread at the snags on ahead, Wine, Women and Highbrows too;
He won’t run aground but will work his way round, With a smile, in his own canoe.
Chorus: So love your neighbour as yourself
As the world you go travelling through,
And never sit down with a tear or a frown,
But paddle your own canoe. (Parody.) –
(kutipan dari buku Rovering to Succes – Baden Powell)

Menjadi penegak jauh berbeda dengan saat kita menikmati dunia Pramuka Penggalang. Saat kita berada di jenjang Pramuka penggalang, kita dibina dengan mekanisme pembinaan yang bertumpu pada kecakapan pembina dan instruktur di lapangan, yang dengan kata lain kenikmatan dan manfaat menjadi Pramuka penggalang di gugusdepan sangat tergantung pada pembina. Mulai dari perencanaan pelatihan, pemilihan lokasi dan bentuk kegiatan, dinamika perkemahan hingga kehidupan warga pasukan penggalang tidak bisa dilepas dari kemampuan pembina untuk melakukan “intervensi” pembinaan mental dan watak binaannya. Pramuka Penggalang mengacu pada buku “Scouting For Boys” nya Baden Powell; didalam buku itu di jelaskan beragam aktifitas di alam terbuka dan ketrampilan hidup di alam.

Sedangkan dalam dunia penegak….. Penegak dituntut untuk mampu melakukan proses pembinaan dirinya secara mandiri dengan pendampingan dari orang dewasa (pembina). Berproses dari satuan terkecil di ambalan yang bernama sangga dan wadah pembinaan pramuka penegak yang bernama ambalan dengan segala variabelnya. Dunia penegak adalah dunia awal pencarian jatidiri yang penuh kejutan, kreatifitas dan tantangan nyata menuju pembekalan diri dalam menghadapi realita kehidupan. Pramuka penegak memiliki kesenangan sekaligus kewajiban yang melekat dalam satu tarikan nafas. Penegak berarti menjadi tegak, menjadi diri sendiri dan berproses untuk terlibat dalam membangun masyarakat. Penegak memiliki 3 orientasi bina yang tak lepas dalam setiap proses nya. BINA DIRI, BINA SATUAN, dan BINA MASYARAKAT. Pramuka Penegak tidak hanya dituntut untuk mengetahui kemampuan dasar hidup di alam terbuka, namun harus menguasai dan mengembangkan diri untuk kepentingan dirinya dan pengabdian di masyarakat. Pramuka penegak harus berjiwa penolong, selalu melayani dan menempa diri untuk sukarela mambangun masyarakat.

(dikutip dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s