APAKAH SAYA SIAP MENJADI SEORANG BANTARA ?

bantaraPENEGAK BANTARA adalah suatu tingkatan bagi Pramuka Penegak yang telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat Bantara.

Golongan Pramuka Penegak yang belum menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Bantara belum dianggap sebagai Pramuka Penegak dan disebut sebagai “Tamu Ambalan”, atau “Tamu Penegak”.

Banyak orang beranggapan bahwa BANTARA itu merupakan singkatan. Tapi sebenarnya itu salah.

Sejarah kata BANTARA berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Pengawal / Adjudan, Pengawal dapat diartikan menjadi 3 hal yaitu :

1. Pengawal Para Pemimpin.

2. Pengawal terhadap pembangunan yang sudah dan sedang dilaksanakan.

3. Pengawal yang bertugas untuk mengawal dan menjaga tegak dan lestarinya Pancasila, Trisatya dan Dasa Darma.

Artinya setelah menjadi Pramuka Penegak BANTARA berarti sudah dan harus siap menjadi seorang pengawal, pengawal yang disebutkan 3 poin diatas.

Sedangkan tanda yang dikenakan dipundak, mempunyai arti sebagai berikut :

  1. Warna Hijau melambangkan Kesuburan dan Kemakmuran berarti Seorang BANTARA harus menjaga   kesuburan dan kemakmuran Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan warna hijau melambangkan diri yang berkembang yang selalu tumbuh untuk mencari tahu banyak hal untuk kemajuan Negara dan dirinya.
  2. Dua tunas melambangkan Keseimbangan dan Satuan Terpisah Pramuka Penegak Putra dan Putri.
  3. Bintang melambangkan seorang penegak bantara harus bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Warna Kuning melambangkan keluhuran dan kejayaan.

MENGAPA DIPASANG DI PUNDAK BUKAN DI LENGAN KANAN/KIRI

Karena seorang Pramuka Penegak BANTARA harus bisa memikul rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugasnya sebagai seorang PRAMUKA yang Sejati.

SYARAT-SYARAT YANG HARUS DIPENUHI

Untuk mencapai tingkat Penegak Bantara, calon Penegak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

–        Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan Penegak.

–        Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.

–        Mengerti dan bersungguh-sungguh mengamalkan Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupannya sehari-hari.

–        Dapat memberi salam Pramuka dan tahu maksud dan penggunannya.

–        Tahu tanda-tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka.

–        Tahu struktur organisasi dan Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.

–        Tahu arti lambang Gerakan Pramuka.

–        Tahu arti Pancasila.

–        Tahu sejarah dan arti kiasan warna-warna bendera kebangsaan Indonesia, serta dapat mengibarkan dan menurunkannya dalam upacara.

–        Dapat dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara.

–        Tahu arti lambang Negara Republik Indonesia.

–        Biasa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan Penegak.

–        Tahu arti dan sejarah Sumpah Pemuda.

–        Tahu perjuangan bangsa Indonesia dan rencana pembangunan Pemerintah.

–        Tahu susunan Pemerintah Republik Indonesia dari Pusat sampai ke Desa.

–        Dapat berbaris.

–        Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungannya.

–        Tahu pentingnya bahan-bahan makanan yang bernilai gizi, dan dapat memasak makanan di perkemahan untuk sedikitnya 5 orang.

–        Tahu tentang penyakit-penyakit rakyat yang terpenting, dan tentang cara-cara pencegahannya.

–        Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang.

–        Tahu adat sopan santun pergaulan Indonesia.

–        Memiliki buku Tabanas.

–        Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperolehnya dari usahanya sendiri.

–        Menguasai suatu keterampilan di bidang pertanian, bidang industri, atau bidang lain yang dipilihnya sendiri, tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupannya.

–        Dapat membaca jam dan menggunakan kompas.

–        Sudah pernah berkemah sekurang-kurangnya 4 hari berturut-turut.

–        Pernah ikut serta kerjabakti gotongroyong yang ditugaskan oleh Pembinanya.

–        Keagamaan (seuai dengan agama masing-masing)

–        Untuk Penegak yang beragama Islam:

  • Dapat mengucap Kalimat Syahadat dan tahu artinya.
  • Mengerti Rukun Iman dan Rukun Islam.
  • Melakukan salat berjama’ah.
  • Tahu riwayat Nabi Muhammad saw.

–        Untuk Penegak yang beragama Katolik:

  • Tahu sakramen Permandian, sakramen Penguatan, sakramen Maha Kudus, sakramen Pengakuan Dosa (Tobat).

–        Untuk Penegak yang beragama Protestan:

  • Dapat dengan hafal menyanyikan 4 nyanyian Kristen.
  • Dapat mengucap doa sederhana pada kesempatan tertentu.
  • Bersedia memimpin kelompok mempelajari Alkitab.
  • Mengetahui sekedar peraturan-peraturan Gereja.

======================================================= (DIKUTIP DARI BERBAGAI SUMBER)

Ujian kenaikan tingkat kecakapan umum Bantara biasanya dilaksanakan pada saat perkemahan. Untuk mendapat pemahaman yang paripurna tentang arti bantara, seorang calon penegak sebaiknya mengikuti proses ujian yang telah dirancang oleh Pembina sehingga calon penegak dapat menemukan makna tersurat dan tersirat dari gelar Penegak Bantara yang akan diraihnya. Selamat berproses…. Temukan sendiri makna BANTARA-mu!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s